![]()
OKEBUNG|
Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam menjalankan program-program pembangunan dan pelayanan masyarakat,Komandan Kodim
0502/JU diwakili Kasdim Letkol Inf Danny Sulistyo,turut menghadiri Rapat Forkopimko Jakarta Utara Tahun 2005. Rapat digelar terkait kondisi aktual Kamtibmas di Jakarta Utara jelang Natal 2025.

Rapat Forum Kordinasi Pimpinan Kota (FORKOPIMPKO) Jakarta Utara TA. 2025
yang dihadiri unsur OPD ,Ormas dan lainnya digelar Selasa 23 Desember 2025 Pukul 10.30 Wib s.d selesai,bertempat di Lantai 14 Ruang Bahari Kantor Walikota Jakarta Utara Jl. Yos Sudarso no 47- 49 Kel. Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok Kota Adm Jakarta Utara.
Hadir dalam kegiatan Walikota Adm. Jakarta Utara diwakili Plt. Aspem Kota Adm. Jakarta Utara Muhammad Andri, Kajari Jakarta Utara diwakili Kepala Seksi Intelijen Sudi Haryansyah, S.H., M.H,Dandim 0502/JU diwakili Kasdim Letkol Inf Danny Sulistyo,Kapolres Metro Jakarta Utara diwakili Kasat Intelkam Kompol Timur Tri Prasetya, S.E,Kasuban Kesbangpol Jakarta Utara Drs. Andi Achmad Kohar, M.Si,Sekretaris Umum MUI Jakarta Utara KH. Agus Muslim,
FKUB Jakarta Utara,FKDM Jakarta Utara
dan Para Pimpinan Ormas se-Kota Adm. Jakarta Utara.
Dalam sambutannya Kasuban Kesbangpol Walikota Jakarta Utara Andi Achmad Kohar menyampaikan laporan kegiatan tentang forum kordinasi pimpinan kota / daerah serta memperkuat sinergi antara FORKOPIMPKO dengan TNI & POLRI serta Ormas -ormas di Jakarta Utara ,dan melibatkan tokoh tokoh masyarakat serta instansi instansi terkait demi menjaga wilayah jakarta Utara yang solid untuk kondusif.”Rapat digelar guna meningkatkan sinergi lintas sektoral guna mewujudkan kondusifitas wilayah Jakarta Utara,”sebutnya.

Hal senada disampaikan Walikota Adm. Jakarta Utara yang diwakili Plt. Aspem Kota Adm. Jakarta Utara Muhammad Andri,pertama-tama dan sama -sama kita hormati Forkopimko serta para pimpinan seluruh Ormas yang hadir pada hari ini. rapat ini sangat penting dalam menjelang Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 .
“Semoga saja kegiatan berjalan lancar dan aman demi menjaga situasi aman ,lancar dan kondusif serta siaga dalam menjaga cuaca yang sangat ekstrem saat ini dan tetap selalu waspada ,dan penghargaan serta terimakasih kepada seluruh masyarakat jakarta Utara sampai saat ini jakarta Utara masih aman dan kondusif,”ujarnya.
Sementara itu,Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Utara Kompol Timur Tri Prasetya, S.E. mewakili Kapolres Metro Jakarta Utara menyebutkan ,Prediksi serta langkah antisipasi gangguan kamtibmas menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Jakarta Utara. Secara umum, situasi politik pasca dinamika Agustus 2025 berada dalam kondisi relatif landai, meskipun isu penanganan bencana dan kebijakan pemerintah masih menjadi perhatian publik.
Dari aspek ekonomi,katanya stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Nataru terpantau terjaga, sehingga potensi gejolak sosial akibat tekanan ekonomi relatif rendah.Dari sudut pandang sosial budaya, Jakarta Utara sebagai wilayah metropolitan pesisir memiliki karakter masyarakat yang heterogen dengan kesenjangan spasial antara kawasan hunian elit dan permukiman padat.

“Kondisi ini berpotensi memunculkan kerawanan sosial apabila tidak diantisipasi dengan pengamanan yang proporsional. Di sisi keamanan, situasi kamtibmas secara umum terkendali, namun tetap terdapat ancaman laten berupa terorisme, radikalisme, kejahatan konvensional, serta potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi berdasarkan informasi BMKG.),”ungkapnya.
Sebagaimana diketahui bahwa di wilayah Jakarta Utara terdapat 175 Gereja yang melaksanakan ibadah Natal, tersebar di enam kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 11 gereja yang memerlukan atensi khusus karena memiliki karakteristik jemaat besar, riwayat ancaman bom, keterlibatan pendeta asing, hingga riwayat penolakan warga.
-Selain itu, terdapat beberapa gereja dan masjid yang berlokasi berdekatan atau berdampingan, sehingga memerlukan pengamanan ekstra guna mencegah potensi gesekan antar umat beragama.
Dalam rangka perayaan malam Tahun Baru 2026, dipetakan sedikitnya 15 lokasi keramaian utama, seperti kawasan PIK, Ancol, Danau Sunter, Islamic Center, Mall Kelapa Gading, Pantai Marunda, dan sejumlah ruang publik lainnya.
Beberapa kegiatan skala besar diprediksi akan dihadiri puluhan ribu pengunjung, terutama di kawasan Ancol dan Kelapa Gading, dengan rangkaian kegiatan berupa pertunjukan musik dan pesta kembang api.

Kasat Intelkam juga menyoroti potensi pergerakan masyarakat yang masif selama periode Nataru 2025/2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 42,01 persen penduduk Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan, yang akan berdampak pada kepadatan lalu lintas, simpul transportasi, dan pusat-pusat keramaian di Jakarta Utara.
Kondisi ini diperkuat dengan semakin baiknya sarana transportasi massal dan meningkatnya daya tarik destinasi wisata.
Adapun kerawanan utama yang diantisipasi meliputi kerumunan massa, kemacetan lalu lintas, konflik antar warga akibat miras dan tawuran, tindak kriminalitas, bencana alam, penyebaran penyakit menular, serta ancaman aksi teror.
Paparan juga mengingatkan adanya riwayat aksi teror yang pernah terjadi pada momentum Natal dan Tahun Baru, baik di tingkat nasional maupun lokal, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
Sebagai langkah antisipasi, sasaran pengamanan difokuskan pada kegiatan ibadah Natal, perayaan malam Tahun Baru, pawai dan konvoi, pusat perbelanjaan, objek vital, arus mudik dan balik, serta pengawasan terhadap senjata api, senjata tajam, bahan peledak, petasan ilegal, miras, narkoba, dan barang berbahaya lainnya.
-Strategi pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, didukung koordinasi lintas sektor, rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan, pemeriksaan barang bawaan pengunjung, serta pelibatan pengamanan swakarsa dan peran aktif masyarakat.
Secara keseluruhan, Kasat Intelkam menegaskan bahwa kesiapsiagaan intelijen, deteksi dini, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas Jakarta Utara agar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Senada dengan itu Letkol Inf Danny Sulistyo Kasdim 0502/JU mewakili Dandim 0502/JU ,terkait kesiapsiagaan TNI bersama unsur Polri dan pemerintah daerah dalam rangka pengamanan Natal 2025 (Nataru) guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Jakarta Utara.
“Fokus pengamanan diarahkan pada objek-objek vital, khususnya tempat ibadah, pusat keramaian, fasilitas strategis nasional, serta jalur mobilitas masyarakat,”sebutnya.
Di wilayah Jakarta Utara tercatat sebanyak 163 gereja yang melaksanakan ibadah Natal, dengan pelibatan personel gabungan TNI sebanyak 80 personel dan Polri sebanyak 326 personel yang disebar di seluruh kecamatan.
-Dalam mendukung pengamanan, Kodim 0502/JU turut terlibat pada delapan titik pos pengamanan yang terdiri dari enam Pos Pengamanan (Pospam), satu Pos Pelayanan (Posyan), dan satu Pos Terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan pada lokasi strategis seperti kawasan PIK, Danau Sunter, Ancol, Islamic Center, Mall Kelapa Gading, hingga Terminal Bus Tanjung Priok. Kekuatan personel pada tiap pos merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.
-Selain pengamanan statis, Kasdim juga memaparkan pelaksanaan patroli terpadu yang dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan.
-Patroli dilaksanakan dengan rute yang mencakup Makodim 0502/JU, kawasan pelabuhan, objek vital nasional seperti Pertamina Plumpang, PLTU Muara Karang, kawasan industri KBN, pusat logistik Bulog, gereja-gereja besar, hingga kawasan wisata Ancol.
-Patroli dilakukan selama 24 jam dengan pembagian enam waktu patroli, guna memastikan situasi tetap kondusif sepanjang periode Nataru.
-Dalam aspek potensi gangguan non-keamanan, paparan juga menyoroti kerawanan bencana banjir dan rob yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jakarta Utara seperti Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Kalibaru, dan Muara Angke. Untuk itu, Kodim 0502/JU telah menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan banjir, meliputi personel siaga satu SSK, kendaraan taktis dan operasional, perahu fiber, LCR, tenda pleton, serta kendaraan trail untuk menjangkau wilayah terdampak.
-Secara keseluruhan, Kasdim 0502/JU menegaskan bahwa sinergi lintas sektor, kesiapan personel, serta penguatan patroli dan mitigasi bencana merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas Jakarta Utara menjelang dan selama perayaan Natal 2025, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas akhir tahun dengan aman dan nyaman.
Sudi Haryansyah, S.H., M.H. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara,bahwa perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 merupakan momentum strategis yang berpotensi meningkatkan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Utara.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan Kejaksaan guna menjaga stabilitas wilayah, ketertiban umum, serta kepastian hukum. Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Dalam gambaran umum kamtibmas menjelang Nataru, dipetakan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, meliputi peningkatan gangguan ketertiban umum seperti peredaran miras ilegal, keributan, tawuran, dan balap liar, serta peningkatan tindak pidana konvensional berupa pencurian, penjambretan, dan penipuan.
Selain itu, terdapat pula potensi kejahatan ekonomi, antara lain penimbunan bahan pokok, peredaran barang ilegal, penyalahgunaan narkotika, serta potensi konflik sosial yang dapat mengganggu ketentraman lingkungan masyarakat.
Menanggapi potensi kerawanan tersebut, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara memaparkan berbagai upaya preventif yang telah dan akan dilakukan, antara lain melalui penyuluhan dan edukasi hukum kepada masyarakat, termasuk program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Masuk Kelurahan.
Upaya ini disertai dengan edukasi bahaya narkotika dan miras ilegal, penguatan peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta kampanye kesadaran hukum guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
Kasi Intelijen menekankan pentingnya sinergi Kejaksaan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara. Sinergi tersebut diwujudkan melalui koordinasi rutin dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Utara, dan Kodim 0502/JU, dukungan terhadap penegakan hukum hasil operasi terpadu, serta penyamaan persepsi dalam penanganan berbagai gangguan kamtibmas selama periode Nataru.
Sebagai penutup, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menyampaikan komitmennya untuk menjamin kepastian hukum, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, serta mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota dalam menciptakan Jakarta Utara yang aman dan kondusif.
Keamanan dan ketertiban ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara berkomitmen menjadi garda terdepan penegakan hukum yang humanis, tegas, dan berkeadilan dalam pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Adapun Ormas yang hadir dari FBR (Jakarta Utara ),Pemuda Pancasila Jakut,Bang Japar,FKUB Jakut,M1 R,Petisi Brawijaya,Okk DPP Pace,GMPI,Karang Taruna (Jakut),MUI kota ,HDI Jakut,PGIW DKI,Termabudi,Matakin,FPK JU,FKDM Jakut,INSANO,Libapane,KKPMP,Formas,Bapegesis,Senkom MP,Laskar NKRI ,Forum Lintas Ormas Jakut dan KBPP Polri.(Red)










