![]()
OKEBUNG|
Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setiyono S.H dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Setia Waspada SH,SIK,MK,MSI,mendampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid
meninjau langsung 2 lokasi terdampak banjir.Rabu, (28/1/26).
Dua lokasi terdampak banjir yang dikunjungi yakni Desa Patrasana, Kecamatan Kresek dan Desa Reged Kec. Kresek Kab. Tangerang .
Bupati Tangerang selalu hadir saat warganya menjadi korban banjir, selain meninjau banjir Bupati Tangerang juga memberikan bantuan dan himbauan agar warganya selalu waspada karena hujan saat ini belum reda.
Pengecekan lokasi banjir oleh Bupati Tangerang bersama Dandim 0510 dan Kapolres Kota Tangerang didampingi Kapten Inf Amin selaku Danramil 07/Kresek.
Hadir dalam kegiatan Bupati Tangerang
Drs. Moch. Maesyal Rasyid,Dandim 0510/Trs Letkol Inf Yudho Setiyono S.H,Kapolres Kota Tanggerang Kombes Pol Indra Setia Waspada S.H, S.I.K, M.M, M.S.I ,Danramil 07 Kresek Kapten Inf. Amin,Sekdis H. Dadan Darmawan,Cwmat Kresek Eka Fatussidki STP,Kapolsek Kresek AKP Sitta Mardongan Sagala.SH, Kades Patrasana Moh. Sobri,Sertu Warno selaku Babinsa Desa Patrasana,dan Bhabinkamtibmas Patrasana Aiptu Sukarna.
Dalam kegiatan Bupati Tangerang bersama Dandim dan Kapolres meninjau lokasi terdampak Banjir di Kp. Cibulan, Asemuda RT.010 RT.01, RT.13/004 Desa Patrasana Kec. Kresek.
Disini unsur Forkopimda meninjau kondisi lapangan dan sekaligus menyerahkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama Forkopimda merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Hari ini saya bersama Forkopimda, Pak Dandim, Pak Kapolres dan para kepala OPD terkait, Pak Camat, para anggota dewan, serta Dirut PDAM melihat langsung kondisi banjir di dua lokasi Kami pastikan penanganannya cepat dan tepat sasaran,” ujar Bupati.
Bupati menyampaikan bahwa untuk penanganan jangka pendek di Desa Patrasana, pemerintah daerah telah merespons usulan kepala desa terkait kebutuhan logistik bagi para warga terdampak yang sudah mulai menipis
“Kita juga sudah membantu memberikan paket sembako serta air minum dari PDAM. Ini untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana akan merelokasi Sekolah Dasar yang terdampak banjir serta mencari solusi terhadap jalan penghubung antar desa yang terputus akibat gerusan Sungai Cidurian.
“Sekolah yang terdampak akan kita carikan lahan baru agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan. Untuk jalan yang terputus, akan kita bahas bersama BBWS agar bisa dinormalisasi dan difungsikan kembali,” tambahnya.
Pihaknya juga menyoroti adanya dua rumah warga di Desa Patrasana yang terancam akibat abrasi Sungai Cidurian. Pemerintah daerah segera akan melakukan kajian dan merelokasi rumah warga ke lahan milik pemerintah desa.
“Dua keluarga ini akan kita relokasi. Kita akan carikan solusi, termasuk kemungkinan menggunakan tanah desa dan pembangunan rumah melalui bantuan CSR,” ungkapnya.
Dia berharap banjir dapat segera surut dan seluruh penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dapat berjalan sesuai rencana.
“Mudah-mudahan air cepat surut dan seluruh upaya yang kita lakukan untuk mengurangi dampak banjir dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.(red)












