![]()
Oleh: Wasti Reviandani, S. E, M. M
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Gresik dan Pemerhati Wanita
Wanita sering disebut makhluk multi talent, dengan kemampuan memiliki banyak peran dan sekaligus ketrampilan dalam kehidupan sehari hari, baik di ranah pribadi maupun professional. Peran wanita diataranya sebagai profesional, ibu, pasangan, anak dan anggota masyarakat.
Peran ganda ini sering kali menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental.Era modern, isu kesehatan mental wanita bekerja semakin penting untuk diperhatikan oleh individu, keluarga, perusahaan, dan pemerintah.
Wanita menghadapi beberapa tantangan utama yang memengaruhi kesehatan mental wanita bekerja antara lain:
Beban kerja ganda yaitu selain tanggung jawab profesional, banyak wanita tetap memikul sebagian besar tugas domestik dan pengasuhan anak.
Tekanan di tempat kerja meliputi target kerja, jam kerja panjang, diskriminasi gender, dan kurangnya dukungan atasan dapat meningkatkan stres.
Peran sosial dan ekspektasi budaya, Wanita sering diharapkan untuk “berhasil” di semua peran sekaligus, yang dapat memicu rasa bersalah dan kelelahan emosional.
Ketimpangan karier dan upah. Peluang promosi yang terbatas dan kesenjangan gaji juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kesejahteraan psikologis.
Kesehatan mental tidak bisa diabaikan.
Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut dapat menyebabkan:
Stres kronis dan burnout, seolah semua tidak ada jalan keluar sehingga menimbulkan gangguan kecemasan dan depresi, gangguan tidur dan kelelahan fisik. Dampak utama dalam pekerjaan selaku profesioanal yaitu penurunan produktivitas dan kepuasan kerja serta konflik dalam hubungan keluarga.
Upaya untuk meminimalkan bahaya Kesehatan mental adalah pentingnya dukungan sosial dan lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang ramah kesehatan mental sangat berperan dalam menjaga kesejahteraan wanita bekerja. Dukungan dari atasan, rekan kerja, dan keluarga membantu wanita merasa dihargai, dipahami, dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan.
Strategi menjaga kesehatan mental wanita bekerja adalah manajemen waktu dan prioritas, menyusun jadwal realistis dan belajar mengatakan “tidak” pada beban yang berlebihan.
Hindari menjadi pribadi people pleasure karena dampak tekanan pada jiwa akan lebih besar. Ada kalanya membangun komunitas pada lingkungan dengan support system terbaik menjadi tempat _healing_ untuk hati, Berbagi perasaan dengan keluarga, teman, atau profesional kesehatan mental.
Tidak kalah pentingnya membangun batas kerja dan kehidupan pribadi dengan menghindari membawa pekerjaan ke rumah secara berlebihan dan menyediakan waktu untuk diri sendiri. Me_ _time_ sering menjadi kata trend pamungkas bagi wanita untuk kembali memahami diri sendiri dan memahami arti penting kewarasan berpikir, bersikap dan bertindak.
Kesehatan mental wanita bekerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Dengan dukungan yang tepat dari keluarga, tempat kerja, dan masyarakat, wanita dapat menjalani peran ganda mereka dengan lebih sehat, produktif, dan bahagia.
Yuk wanita kembali bahagia dengan memiliki value dan personal branding bahwa kita harus bernilai, bersyukur dan Bahagia.
*Ciptakan bahagia versi mu.*












