![]()
OKEBUNG|
Jajaran personel Grup 2 Heli meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat (emergency) melalui Latihan Survival Dasar Grup 2 Heli bertajuk ‘Sarva Sakti’ tahun anggaran 2026 yang digelar pada 3-5 Februari 2026.
Penyelenggaraan latihan ini menjadi bagian penting bagi awak pesawat, mengingat dalam pelaksanaan operasi penerbangan maupun kegiatan lainnya yang berisiko tinggi, mereka kerap dihadapkan pada situasi darurat yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi kondisi tersebut perlu dibangun dan diperkuat secara berkelanjutan melalui latihan.
Sarva Sakti 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Komandan (wadan) Grup 2 Heli Kolonel Pnb David Dwi Martin di Skadron Udara 7 Wing Udara 2.2, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (3/2).
Jajaran personel Grup 2 Heli setelah acara pembukaan latihan survival ‘Sarva Sakti’ tahun anggaran 2026. (Foto: Dok. Instagram @grup_2_helikopter)
Latihan digelar di wilayah latihan Lanud R. Suryadi Suryadarma yang mencakup Kabupaten Subang, Indramayu, serta Sumedang. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dengan 64 orang lainnya sebagai pendukung latihan.
Komandan Grup 2 Heli Marsma TNI R. Endri Kargono, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wadan Grup 2 Heli, menegaskan bahwa latihan survival ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada para peserta dalam menghadapi keadaan darurat (emergency) yang terjadi di darat maupun di laut. Dengan pengetahuan tersebut, para peserta diharapkan dapat menyelamatkan diri serta siap ketika menghadapi kondisi darurat.
“Para peserta diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk ancaman serta rintangan untuk dapat bertahan hidup melalui cara memanfaatkan medan yang ada, dengan mencari tempat yang aman dan mudah ditemukan oleh tim SAR untuk mendapatkan pertolongan lanjutan,” pungkas Marsma TNI R. Endri dikutip dari unggahan instagram @grup_2_helikopter, Rabu (4/2).
Sumber : Dispenau//idm












