![]()
JAKARTA BARAT|
Tim satuan tugas (Satgas) Anti Begal Kodim 0503/JB bersama Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan patroli gabungan cegah kejahatan begal, Minggu, 28 Juni 2026, mulai pukul 24.00 Wib s/d selesai.

Patroli Satgas Begal Kodim 0503/ JB diikuti 10 orang dipimpin Serka Mustakim dan dari Brimob 10 orang melaksanakan patroli begal membawa 4 pucuk senjata beserta amunisi karet,7 unit SPM Kodim 0503/JB dan 5 unit
SPM Polres Jakarta Barat.
Patroli gabungan antisipasi kejahatan begal dilaksanakan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Jakarta Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan serta memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif di tengah dinamika perkembangan situasi saat ini.
Patroli gabungan diawali dengan pelaksanaan apel kesiapan,kemudian bergerak menjangkau sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli. Sebelum bergerak menuju lokasi sasaran, seluruh personel menerima arahan terkait pelaksanaan tugas, langkah-langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan wilayah, serta pentingnya mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Dalam kegiatan patroli TNI Polri menyusuri area sepi dan rawan begal serta rute pulang pekerja pabrik shift malam.Rangkaian patroli dimulai dari
Start Mapolres Metro Jakarta Barat, kemudian menyusuri wilayah Jl. Daan Mogot,Jl. S Parman,Terminal Grogol,TL Roxy,Jl. Daan Mogot, Bunderan Slipi,dan Finish kembali Mapolres Metro Jakarta Barat
Dalam pelaksanaan Tim Anti Begal TNI Polri bergerak menuju beberapa lokasi rawan kejahatan jalanan dan begal dengan menggunakan Randis dengan perlengkapan tugas.
Selain melakukan pemantauan situasi keamanan wilayah, personel gabungan juga melaksanakan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada malam hari, memonitor lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok remaja, serta memberikan imbauan kepada warga agar selalu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.Kawasan rawan begal menjadi salah satu sasaran utama patroli.Kehadiran personel TNI-Polri di lokasi tersebut bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman, sekaligus mencegah terjadinya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Serka Mustakim mengatakan bahwa kegiatan patroli gabungan merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi perkembangan situasi saat ini,khususnya mencegah kejahatan begal dan lainnya. Menurutnya, sinergitas antara TNI dan Polri harus terus diperkuat guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Patroli gabungan ini merupakan implementasi dari tugas aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Dengan hadirnya TNI dan Polri di tengah masyarakat, diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya potensi gangguan Kamtibmas yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar dalam pelaksanaan patroli senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan faktor keamanan personel, serta melaksanakan pendekatan persuasif dan humanis kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan patroli tidak hanya diukur dari tidak adanya gangguan keamanan, tetapi juga dari terjalinnya komunikasi yang baik antara aparat dengan warga.
Lebih lanjut, Serka Mustakim menyampaikan bahwa patroli malam hari memiliki peran penting sebagai langkah deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu stabilitas wilayah. Oleh karena itu, kegiatan patroli akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen TNI-Polri dalam menjaga keamanan wilayah.
Kodim 0503/JB









