![]()
OKEBUNG|
Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M,salah seorang perwira menengah TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 2004 dipercayakan dan diamanahkan pegang tongkat Komando Kodim 0201/Medan.
Pamen yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Danyon Armed 2/105 Kilap Sumagan Kodam I/BB dan Dandim 0212/Tapsel serta Waaspers Kasdam I/BB tersebut dikenal sebagai lulusan Akmil yang berprestasi, termasuk pernah menempuh pendidikan Komando di Amerika Serikat.

Letkol Arm Delli selama menjabat sebagai Dandim 0212/Tapsel sukses memerangi peredaran narkoba di wilayah teritorialnya,khususnya penemuan ladang narkoba jenis ganja,dan berhasil membina sinergitas dengan instansi terkait.
Pria yang baru dilantik sebagai Dandim 0201/Medan ini juga sukses mewujudkan pembangunan dalam kegiatan TMMD di wilayah Tapsel,dan membangun infrastruktur pasca bencana alam November 2025 lalu.

Saat menyandang pangkat Mayor pada tahun 2019 silam,Letkol Arm Delli bersama dengan dua rekannya
lulus dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tentara Amerika Serikat atau US Army Commanding General and Staff College (US Army CGSC)
Bersama dengan dua perwira menengah TNI AD yang diwisuda dari US Army CGSC tahun 2019,diantaranya Mayor Inf Alzaki, Mayor Inf Paulus Pandjaitan,dan Mayor Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo.

Sebagaimana diketahui hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam pendidikan Seskoad dimulai tahun 1953. Siswa Indonesia pertama adalah Letnan Jenderal (Purn) Rachmat Kartakusmua. Siswa keempat adalah Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani tahun 1956. Jenderal Ahmad Yani adalah salah satu di antara lima Perwira Tinggi Indonesia yang namanya terukir di International Hall of Fame (IHOF) US Army CGSC.
Lima lainnya adalah Jenderal (Purn) Surono Rekosodiemedjo (1958), Mayor Jenderal Gen Mohammad K Anwar (1969), Jenderal (Purn) Widodo (1963), Jenderal Raden Hartono (1976), dan mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Jenderal (Purn) Bambang Yudhoyono (1991).
# Prestasi Lulusan CGSC
Sementara itu, lulusan CGSC 2019 terdiri dari 1.100 perwira menengah dari militer Amerika Serikat (Darat, Laut, Udara dan Marinir), termasuk 110 siswa mancanegara yang mewakili 87 negara dan 26 pegawai sipil pemerintahan.
Lebih dari 8.200 perwira mancanegara telah berpartisipasi pada pendidikan ini sejak 1894, termasuk dari Indonesia. CGSC telah banyak meluluskan para pemimpin negara dan militer.
Saat ini ada tiga kepala negara di dunia yang lulusan US Army CGSC, yaitu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kelas 1978), Presiden Rwanda Paul Kagame dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa.
Dikutip dari laman Facebook Pusat Penerangan TNI, tiga perwira Indonesia yang tahun ini diwisuda dari US Army CGSC adalah:
1. Mayor Inf Paulus Pandjaitan lulusan Sepa PK 2004
2. Mayor Inf Alzaki lulusan Akmil 2004
3. Mayor Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo lulusan Akmil 2004
Ketiga perwira ini melaksanakan pendidikan dengan hasil yang baik dan memuaskan.
(Red)












