![]()
MEDAN|
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II Kota Medan di Jl.Flamboyan V Lingkungan 2, Kel. Tanjung Selamat, Kel. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan,Jumat 03 Juli 2026,pukul 10.30 WIB.

Peninjauan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Menko Agus Harimurti di Provinsi Sumatera Utara sekaligus memastikan pembangunan fasilitas pendidikan prioritas nasional tersebut berjalan sesuai target.
Turut mendampingi Menko AHY Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, anggota DPR RI Muhammad Lokot Nasution,Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M,Unsur Pejabat jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,Pemerintah Kota Medan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, TNI, Polri, serta pihak pelaksana pembangunan dari PT Nindya Karya,serta Danramil 0201-07/MT Kapten Kav Ando Sinaga.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko menyatakan bahwa pembangunan fisik sekolah rakyat hampir rampung dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026 untuk menyambut tahun ajaran baru.

“Pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,”sebut AHY.
Dirinya melihat secara langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II Kota Medan berdiri di atas lahan kurang lebih enam hektare milik Pemerintah Kota Medan ini telah dibangun sekolah yang terintegrasi mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Menko AHY menjelaskan sekolah tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA. Setiap ruang kelas dirancang menampung 30 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
Selain ruang belajar dan laboratorium, sekolah juga memiliki asrama putra dan putri, kantin, aula serbaguna, ruang pertunjukan untuk kegiatan seni dan ekstrakurikuler, lapangan sepak bola, mini soccer, lapangan basket, hingga masjid.
“Kita ingin memastikan sekolah rakyat ini benar-benar lengkap fasilitasnya sehingga anak-anak, terutama dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan ekonomi, bisa melanjutkan pendidikan dengan layak dan fokus. Karena itu mereka diasramakan di sini,”terangnya seraya menambahkan bahwa seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah.

“Mulai diterima hingga lulus semuanya gratis. Setelah tamat, mereka memiliki kesempatan memilih langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang vokasi maupun perguruan tinggi. Negara berkewajiban memberikan kesempatan terbaik kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan,Menko AHY menyebut pembangunan fisik secara umum telah mencapai hampir 100 persen. Saat ini pekerjaan hanya menyisakan tahap penyelesaian akhir, seperti pembersihan area dan penyempurnaan beberapa fasilitas.

“Tinggal finishing sedikit-sedikit saja. Jalan di sekitar sekolah juga sedang dibersihkan dari material konstruksi agar semuanya aman. Saya juga meminta pagar belakang ditinggikan demi keamanan kawasan sekolah,” katanya.
Menko AHY juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan bangunan setelah proyek selesai.”Membangun sesuatu dengan baik itu penting, tetapi memeliharanya agar tetap baik sampai kapan pun sama pentingnya. Semoga dari sekolah rakyat terintegrasi ini lahir generasi-generasi unggul yang akan membangun Kota Medan, Sumatera Utara, dan Indonesia,” ucapnya.

AHY mengungkapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan merupakan satu dari lima proyek serupa yang dibangun di Sumatera Utara. Selain Kota Medan, Sekolah Rakyat juga dibangun di Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan.
Setiap sekolah memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar, sehingga total investasi pembangunan lima sekolah mencapai sekitar Rp1,25 triliun.
Menurut AHY, pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan lahan, sedangkan pemerintah pusat membiayai pembangunan fisik beserta kelengkapan sarana pendidikan.
“Seluruh mebel sudah tersedia, mulai meja dan kursi belajar, tempat tidur bertingkat di asrama, hingga nantinya perlengkapan laboratorium dan perangkat elektronik penunjang kegiatan belajar mengajar. Ini adalah investasi bagi masa depan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, AHY turut mengapresiasi peran Pemko Medan yang dinilai aktif mendukung pembangunan sejak tahap awal, mulai dari penyediaan lahan hingga infrastruktur pendukung. “Kami mengapresiasi peran Pemko Medan yang aktif mendukung pembangunan sekolah rakyat ini sejak tahap awal”, sebut AHY.
Menko AHY juga menitipkan pesan penting kepada seluruh pihak agar menjaga fasilitas tersebut dengan baik setelah beroperasi.“Maintenance sama pentingnya dengan konstruksi. Membangun itu satu hal, tetapi merawat agar tetap baik sampai kapan pun juga pekerjaan yang tidak ringan,” pesannya.
AHY berharap Sekolah Rakyat Medan mampu melahirkan generasi unggul yang kelak berkontribusi membangun Kota Medan, Sumatera Utara, hingga Indonesia.
“Semoga dari Sekolah Rakyat ini lahir generasi-generasi hebat yang menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan Pemerintah Kota Medan mendukung pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan berbagai infrastruktur pendukung di luar kawasan sekolah.
“Pemerintah Kota Medan mengerjakan peningkatan jalan, membangun sistem drainase yang sebelumnya belum ada, serta memasang penerangan jalan. Lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini juga kami siapkan sesuai kebutuhan,” ujar Rico.
Pemko Medan,lanjutnya saat ini fokus membenahi sarana pendukung di luar area sekolah agar lingkungan sekitar nyaman, aman, dan mudah diakses. “Pemko Medan mengambil peran pada peningkatan jalan, pembangunan sistem drainase yang sebelumnya belum ada, serta pemasangan lampu penerangan jalan umum. Selain itu, lahan untuk pembangunan sekolah ini juga disiapkan oleh Pemko Medan,” jelas Rico Waas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pendim Medan












