![]()
HUMBAHAS|
Di bawah komando taktis prajurit, personel TNI-Polri dan warga desa melebur di bawah terik Desa Sijarangon,Kecamatan Pakkat,Kabupaten Humbahas. Sebuah potret gotong royong yang membuktikan bahwa infrastruktur terbaik lahir dari rahim kebersamaan, bukan sekadar proyek negara.
Sejak fajar menyingsing riuh rendah suara cangkul dan sapu serta suara semangat personel Satgas TMMD 129 Kodim 0210/TU sudah memecah kesunyian.
Di bawah komando teknis Letda Inf Ridho Akbar, puluhan personel TNI, Polri, dan warga sipil berbagi tugas. Tidak ada sekat pangkat atau status sosial, yang ada hanya target agar tempat ibadah Gereja bisa bersih.
Pemandangan dalam program TMMD ke-129 Kodim 0210/TU ini menjadi potret kontras yang menarik di tengah isu renggangnya relasi sosial di beberapa tempat.Namun di Pakkat, sinergi itu justru menebal.
”Kami memulai setiap pagi dengan arahan teknis yang presisi. Gotong royong pembersihan Gereja ini agar warga Nasrani nyaman beribadah,”ujar Letda Inf Ridho.
# Sasaran Pembukaan Jalan #
Kolaborasi dalam kegiatan TMMD 129 Kodim 0210/TU tentu akan melahirkan kepuasan komunal. Warga desa tidak lagi memandang tentara sebagai sosok yang kaku, melainkan sebagai rekan kerja. Sebaliknya, prajurit TNI mendapatkan kembali marwahnya sebagai “tentara rakyat”.
Jika berjalan lancar keberhasilan pembangunan jalan 5.300 meter ini memicu optimisme baru. Selain memangkas waktu tempuh antardusun, jalan baru tersebut menjadi bukti empiris,saat negara hadir melalui instrumennya dan masyarakat menyambutnya dengan gotong royong, ketertinggalan wilayah sedalam apa pun bisa dipangkas. Bagi warga Desa Sijarangon Dua,jalan baru ini adalah simbol bahwa mereka tak lagi berjalan sendiri di pinggiran pembangunan.(Red)












