![]()
BALIKPAPAN — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan 100 unit pompa air untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur.
Bantuan dari pemerintah teeebut tersebut didistribusikan melalui Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Kogabwilhan II) untuk mendukung upaya pemadaman karhutla sekaligus membantu sektor pertanian yang terdampak.
Sebanyak 39 unit pompa air beserta seluruh kelengkapannya tiba di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan, Rabu (26/8/2026), menggunakan pesawat Hercules C-130 Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin Makassar.
Seluruh bantuan yang dikirim pada tahap awal tersebut memiliki berat sekitar 12,9 ton.
Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., secara langsung menyerahkan bantuan pompa air dan kelengkapan peralatannya dari Pemerintah Pusat kepada Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan. Penyerahan tersebut disaksikan Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana serta sejumlah pejabat utama Kogabwilhan II.
Marsdya TNI Muzafar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan respons cepat Pemerintah Pusat dalam memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Timur.
“Presiden melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa pompa untuk membantu memadamkan api,” ujar Pangkogabwilhan II di Base Ops Lanud Dhomber.
Dari total 100 unit pompa yang disiapkan, sebanyak 25 unit merupakan bantuan Kementerian Pertahanan dan 75 unit berasal dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi titik api, karakteristik wilayah, serta kawasan pertanian yang terdampak.
Kalimantan Timur saat ini menghadapi ancaman karhutla dengan 1.082 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Titik panas terbanyak berada di Kutai Timur sebanyak 276 titik, Penajam Paser Utara 160 titik, Kutai Kartanegara 141 titik, Paser 108 titik, Berau 58 titik, Balikpapan 40 titik, Samarinda 31 titik, Bontang 26 titik, Mahakam Ulu 25 titik, dan Kutai Barat 18 titik.
“Jadi seluruhnya ada 1.082 hotspot,” kata Marsdya TNI Muzafar.
Selain dukungan peralatan, penanganan karhutla juga diperkuat dengan pengerahan personel TNI di bawah koordinasi Kodam VI/Mulawarman. Sedikitnya 5.334 personel TNI telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Timur.
Pangkogabwilhan II menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman, tetapi juga harus diimbangi dengan langkah pencegahan. Untuk itu, masyarakat maupun perusahaan diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Saya mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporat, perusahaan-perusahaan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Marsdya TNI Muzafar juga mengingatkan bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan hingga menimbulkan bencana. Hal tersebut sejalan dengan penekanan Presiden agar praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla tidak dilakukan.
Dalam rangka memperkuat upaya penanganan karhutla, Pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Pesawat untuk pelaksanaan modifikasi cuaca telah disiapkan guna membantu menurunkan hujan di sekitar wilayah yang terdapat titik panas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan menjelaskan bahwa distribusi pompa air akan disesuaikan dengan jumlah titik api dan kondisi pertanian di masing-masing wilayah.
BPBD Kaltim akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan mekanisme distribusi bantuan sebelum dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Timur. Pompa air diperkirakan mulai didistribusikan ke daerah sasaran dalam waktu satu hingga dua hari setelah seluruh armada bantuan tiba.
Daerah dengan kebutuhan penanganan lebih besar akan mendapatkan porsi bantuan yang lebih banyak, di antaranya Paser, Berau, dan Kutai Barat.
Buyung juga mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam penanganan karhutla di lapangan. Menurutnya, sinergi seluruh unsur Satgas Karhutla sangat membantu upaya pemerintah dalam menangani kebakaran dan mencegah meluasnya titik api.
“Kalau kita lihat di lapangan, kita semua tim Satgas sangat dibantu dengan teman-teman TNI di lapangan. Jadi bukan hanya di lapangan, ini bukti pemerintah dari TNI dan juga pemerintah pusat sudah perhatian kepada Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Kogabwilhan II bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat sinergi dalam menghadapi karhutla di Kalimantan Timur. Selain mempercepat pemadaman melalui dukungan pompa air dan personel, upaya pencegahan juga terus didorong dengan meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.
Penyaluran 100 unit pompa air dari Pemerintah Pusat ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan Satgas Karhutla dalam merespons titik api, melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mencegah meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.










