![]()
Senayang, Lingga– Dalam upaya memperkuat ketahanan sosial serta menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 06/Senayang, Kopda Hidayat, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) sekaligus memberikan sosialisasi kepada warga Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga Provinsi Kepri, tentang bahaya paham radikalisme, sikap intoleransi, gerakan separatisme, serta penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial, Senin (07/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu kerukunan dan stabilitas keamanan di lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Kopda Hidayat mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi, ajakan, maupun narasi yang mengarah pada radikalisme, intoleransi dan separatisme. Warga juga diberikan pemahaman untuk senantiasa memeriksa kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya melalui media sosial.
“Masyarakat harus memiliki daya tangkal terhadap setiap informasi yang dapat memecah belah persatuan. Jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih jika mengandung provokasi, ujaran kebencian atau ajakan untuk bermusuhan,” ujar Kopda Hidayat.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi memberikan manfaat besar bagi masyarakat, namun juga memiliki potensi disalahgunakan untuk menyebarkan paham dan informasi yang dapat mengancam persatuan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menerapkan prinsip saring sebelum sharing, menjaga etika bermedia sosial, serta tidak memberikan ruang bagi berkembangnya provokasi dan narasi yang mempertentangkan kelompok masyarakat berdasarkan perbedaan suku, agama, ras maupun golongan.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian warga dalam menjaga kerukunan merupakan kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Salah seorang warga Desa Penaah Indra menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi yang dilakukan Babinsa memberikan pemahaman penting bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial. “Kami memahami bahwa berita di media sosial tidak semuanya benar. Kami akan lebih berhati-hati sebelum meneruskan informasi dan tidak mudah terpancing oleh berita yang dapat menimbulkan perpecahan,” ungkapnya.
Diharapkan warga dapat terus menjaga hubungan baik antarwarga serta melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan peran Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial dalam membangun ketahanan wilayah berbasis masyarakat, memperkuat komunikasi antara TNI dan rakyat, serta menumbuhkan semangat bela negara di tengah masyarakat.
Melalui sinergi dan kepedulian seluruh komponen bangsa, diharapkan Desa Penaah tetap menjadi lingkungan yang rukun, aman dan kondusif, sekaligus memiliki daya tangkal terhadap paham radikalisme, intoleransi, separatisme dan penyebaran hoaks. Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menjaga NKRI merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.(Red)









