![]()
TEMIANG PESISIR, LINGGA– Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam selama musim angin selatan, Babinsa Koramil 06/Senayang, Serma Rocky, memberikan edukasi dan imbauan kepada warga Desa Tajur Biru, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (11/09/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi angin puting beliung, banjir rob, serta gelombang laut tinggi yang dapat mengancam keselamatan warga, khususnya masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Serma Rocky menjelaskan sejumlah tanda-tanda alam maupun perubahan kondisi cuaca yang perlu diwaspadai sebelum terjadinya bencana, termasuk munculnya angin yang semakin kencang, perubahan cuaca secara tiba-tiba, serta kondisi laut yang mulai tidak bersahabat. Selain itu, warga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi, seperti mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin, memastikan kondisi rumah dan lingkungan tetap aman, menyiapkan kebutuhan darurat, serta menentukan lokasi yang relatif aman untuk berlindung apabila terjadi angin kencang maupun banjir rob.
Babinsa Koramil 06/Senayang Serma Rocky menyampaikan, kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama dan harus dibangun sebelum bencana terjadi. “Masyarakat harus senantiasa memantau perkembangan cuaca dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi laut maupun angin tidak memungkinkan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas. Apabila terdapat tanda-tanda bahaya, segera sampaikan kepada keluarga, tetangga dan aparat setempat agar dapat dilakukan langkah antisipasi sedini mungkin,” ujarnya.
Serma Rocky juga mengajak masyarakat Desa Tajur Biru untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian antarwarga, terutama dalam menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, budaya gotong royong, saling mengingatkan dan membantu sesama merupakan kekuatan penting dalam membangun ketangguhan masyarakat di wilayah pesisir. “Kita harus peduli terhadap lingkungan dan keselamatan bersama. Jangan menunggu bencana terjadi baru bertindak. Dengan kewaspadaan, komunikasi dan kerja sama yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda dapat diminimalkan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dalam melaksanakan pembinaan teritorial, khususnya melalui komunikasi sosial, edukasi dan pencegahan terhadap potensi ancaman bencana di wilayah binaan.
Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana juga menjadi bagian dari semangat bela negara, karena menjaga keselamatan diri, keluarga, lingkungan dan masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap ketahanan wilayah. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan warga Desa Tajur Biru semakin siap, tanggap dan bijaksana dalam menghadapi setiap potensi bencana, sehingga keselamatan masyarakat serta stabilitas wilayah dapat senantiasa terjaga.










