![]()
PAKPAK BHARAT – Akses menuju kawasan perladangan masyarakat di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, mulai dibenahi. Satgas pembangunan Jembatan Beton Garuda Kodim 0206/Dairi bersama masyarakat bergotong royong mengerjakan pembangunan jembatan yang nantinya menjadi penghubung Dusun I Napa Tumbuk menuju kawasan perladangan Semberah, Rabu (16/9/2026).
Pada kegiatan tersebut, personel Babinsa Koramil 07/Salak sertu Rikson Gultom bersama delapan warga melaksanakan pembersihan di sekitar lokasi jembatan serta pemasangan goplang untuk persiapan pondasi. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Hingga Rabu, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 8 persen dengan kondisi di lapangan aman dan cuaca cerah.
Sejumlah material juga telah masuk ke lokasi untuk mendukung proses pembangunan, di antaranya pasir sebanyak 10 meter kubik, batu sertu 7 meter kubik, besi ulir 30 sebanyak 60 batang, besi 10 sebanyak 30 batang, serta kayu bulat sekitar 0,5 ton. Kehadiran material tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat tahapan pekerjaan konstruksi jembatan.
Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala mengatakan, pembangunan Jembatan Beton Garuda merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan, sejalan dengan program pemerintah pusat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
“Jembatan Garuda Tahap VII ini diharapkan menjadi akses penghubung yang mempermudah mobilitas warga, terutama para petani yang selama ini menghadapi kendala untuk menuju lahan pertanian maupun mengangkut hasil panen,” ujar Kapten Inf A.F. Sagala.
Bagi masyarakat Desa Kuta Tinggi, keberadaan jembatan bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk mendukung aktivitas ekonomi. Akses yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas petani, mempercepat distribusi hasil produksi, sekaligus membantu mengurangi biaya dan tenaga yang selama ini harus dikeluarkan. Melalui pembangunan tersebut, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menjadi kekuatan dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. (Pendim 0206)











