![]()
Jakarta|
Setelah 2 tahun menjadi salah satu bagian dari Asesor bidang pengamanan di bawah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Abujapi(Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia) – BNSP(Badan Nasional Sertifikasi Profesi), kini, di usianya yang lebih dari 60 tahun, Manager Swa Army PT Swabina Gatra yang juga Ketua DPC APSI Gresik, Letkol Marinir Purn Mardiono, kembali sukses mengikuti ujian akhir pelatihan ahli pencegahan kejahatan bertaraf internasional, di Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan, Jumat(18/9/2026).
Pelatihan ini bernama Certificied in Crime Prevention Studies (CCPS) yang berarti Sertifikasi dalam Studi Pencegahan Kejahatan.
PT. Swabina Gatra (Semen Indonesia Group) mengirimkan Mardiono yang merupakan pimpinan tertinggi dari BUJP (Badan Usaha Jasa Pangamanan) bernama Swa Army untuk ikut serta dalam Training Crime Prevention Studies bertaraf internasional ini, berarti PT Swabina Gatra (Semen Indonesia Group) memiliki unsur pimpinan bergelar CCPS dengan harapan ke depan akan berdampak lebih positif lagi bagi kemajuan perusahaan dalam melayani para pengguna jasa keamanan.
Training CCPS ini diikuti sesuai dengan komitmen dari perusahaan untuk terus meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya sehingga dapat menjaga kualitas dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa.
Training ini dilakukan dan diikuti untuk mempelajari tentang bagaimana melihat sebuah kejahatan dan mampu melakukan analisa secara menyeluruh dan identifikasi terhadap kejahatan dengan sistematis dan diharapkan dapat memberikan output penanganan kejahatan yang baik melihat seluruh aspek pengamanan mulai dari personel, peralatan dan metode yang akan digunakan.
Pelatihan ini diikuti oleh 17 peserta dari berbagai daerah yang merupakan praktisi pengamanan yang sudah berpengalaman di Indonesia.
Training CCPS ini mewarisi ilmu keamanan khususnya bidang pencegahan terhadap tindak kejahatan.
Adapun materi dari ilmu yang dipelajarinya dibagi menjadi 10 modul:
Modul 1: Managing Physical Security Risks & Vulnerabilities,
Modul 2: Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED),
Modul 3: Security Audits & Crime Risk Assessment,
Modul 4: Theft & Occupational Fraud Prevention Strategies,
Modul 5: Insider Threat Detection & Prevention,
Modul 6: Cybercrime & Social Engineering Scam Prevention,
Modul 7: Anti-Corruption & Financial Crime Prevention,
Modul 8: Travel Security & Executive Protection Fundamentals,
Modul 9: Unarmed Strife & Assets Protection Measures,
Modul 10: Security Incident Investigation Techniques.
Dalam uji kompetensi, Mardiono pun memperoleh predikat sangat memuaskan sehingga lulus dan berhak menyandang gelar CCPS (Certified Crime Prevention Studies) di belakang nama.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT. Global Atco Suksestama (GAS) Training Center, bekerja sama dengan ASIRS (ACADEMY OF SECURITY, INTELLIGENCE AND RISK STUDIES) dari Singapura, sebuah organisasi internasional yang konsen terhadap dunia pengamanan internasional, khususnya
Akademi Studi Keamanan, Intelijen, dan Risiko, yang melibatkan Trainer terkemuka dari Philippines bernama Angel Escoto Hidalgo Jr.
Sementara itu ketika ditanya sejumlah awak media tentang kiat suksesnya dalam memimpin roda organisasi BUJP Swa Army yang kian berkembang, mantan Kepala Humas Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) tersebut mengaku bahwa di era globalisasi ini selain tetap mempertajam ilmu konvensional, pihaknya selalu mengikuti perkembangan pasar, sehingga saat ini Swa Army mengerahkan teknologi keamanan yang cukup canggih bernama aplikasi turjawali, berkolaborasi dengan PT Argenta Danika Pradhana pimpinan Fendy Chan, S.Kom., sebagai President Director dan Natalia Lisning Pra Styorini, S.Pd., sebagai General Manager.(Rel)









