![]()
DAIRI — Harapan warga Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, untuk memiliki akses penghubung yang lebih mudah mulai diwujudkan. Pembangunan Jembatan Beton Garuda di desa tersebut memasuki tahap awal dengan ditandai kegiatan pembersihan lokasi yang dilakukan Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi, Serda P. Manalu, bersama masyarakat, Rabu (23/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Serda P. Manalu bersama empat warga membersihkan area di sekitar lokasi jembatan sekaligus menyiapkan tempat untuk penyimpanan material bangunan. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 10 meter dan lebar 3 meter. Hingga pelaksanaan kegiatan, progres pembangunan tercatat sekitar 0,10 persen dengan situasi di lapangan berlangsung aman dan cuaca cerah.
Sejumlah material pembangunan juga mulai tiba di lokasi, di antaranya batu kerikil sebanyak 11 kubik, batu padas 7 kubik, serta semen sebanyak 200 sak. Kehadiran material tersebut menjadi bagian dari persiapan pekerjaan fisik pembangunan jembatan yang nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat Desa Pandiangan dan wilayah sekitarnya.
Danramil 03/Parongil Kapten Inf Yusri mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas serta membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat dibutuhkan, khususnya untuk mendukung aktivitas warga yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan. Jembatan ini nantinya diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, terutama para petani dalam menjangkau lahan maupun mengangkut hasil panen,” ujar Kapten Inf Yusri.
Pembangunan jembatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penguatan infrastruktur, tetapi juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang lebih baik dapat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian serta mengurangi waktu, biaya, dan tenaga yang dibutuhkan warga. Semangat gotong royong antara Babinsa dan masyarakat dalam tahap awal pembangunan menjadi cerminan kehadiran TNI di tengah masyarakat sekaligus wujud semangat “Negara Hadir untuk Rakyat.” (Pendim 0206)











