![]()
PAKPAK BHARAT – Jejak perjuangan Raja Sisingamangaraja XII masih menyimpan cerita yang kuat di tanah Pakpak Bharat. Salah satunya berada di Desa Salak II, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, berupa situs Mata Air Sisingamangaraja XII yang hingga kini masih mengalir. Situs bersejarah tersebut dikunjungi Komandan Korem (Danrem) 023/Kawal Samudra (KS) Kolonel Inf. Iwan Budiarso, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Danrem 023/KS didampingi Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Jalan Berutu, S.Pd., M.M. Danrem melihat langsung keberadaan mata air yang memiliki nilai sejarah dan erat kaitannya dengan perjalanan perjuangan Sisingamangaraja XII di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Jalan Berutu menjelaskan, kawasan itu dahulu dilalui Sisingamangaraja XII dalam perjalanannya dari dan menuju wilayah Klasen. Menurut kisah yang berkembang di masyarakat, Sisingamangaraja XII pernah beristirahat di lokasi tersebut dan menancapkan tongkatnya. Dari bekas tongkat itulah kemudian dipercaya muncul mata air yang hingga sekarang masih mengalir dan menjadi bagian dari warisan sejarah masyarakat setempat.
Kolonel Inf. Iwan Budiarso berpesan agar keberadaan situs tersebut terus dijaga dan dirawat. Menurutnya, situs sejarah bukan hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga pengingat bagi generasi sekarang tentang panjangnya perjuangan untuk memerdekakan bangsa. Sisingamangaraja XII harus berkelana dan bergerilya ke berbagai wilayah, menghadapi tekanan serta terus dikejar oleh Belanda dalam perjuangannya melawan penjajahan.
Sisingamangaraja XII diketahui pernah menjadikan kawasan Tanah Simsim sebagai salah satu basis perjuangan. Ia juga membangun benteng pertahanan di Desa Traju yang hingga kini masih dapat dilihat. Dari kawasan tersebut, perjuangannya bergerak untuk mengoordinasikan perlawanan terhadap Belanda di sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli, Tanah Pakpak hingga Klasen. Kunjungan Danrem 023/KS ke situs mata air tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang sekaligus menjaga jejak sejarah perjuangan yang diwariskan di tanah Pakpak Bharat. (Pendim 0206)











