![]()
OKEBUNG
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat karakter kebangsaan dan kesadaran bela negara. Mengusung tema “Dengan Semangat Kesaktian Pancasila, Perkokoh Jiwa Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan Calon Patriot Pemimpin Masa Depan”, SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur menyelenggarakan Seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Kamis (1/10/2026).

Seminar tersebut menjadi wadah pembekalan bagi para taruna taruni untuk memahami nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur SDM Ditjen Pohan Kemhan RI Brigjen TNI Raden Yoga, S.E., M.M., M.I.Pol., Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades, S.E., dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., dengan moderator Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur Agus Supriyono, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Kadister Lanud Iswahjudi menekankan bahwa bela negara bukan hanya dimaknai dengan mengangkat senjata, tetapi merupakan sikap dan tindakan nyata yang dapat diwujudkan oleh seluruh warga negara melalui rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan terhadap Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Lebih lanjut, para taruna taruni diajak untuk menghadapi tantangan generasi muda di era digital dengan karakter yang kuat dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, perkembangan teknologi, arus informasi yang cepat, serta berbagai tantangan seperti penyebaran informasi yang tidak benar dan perubahan sosial harus dihadapi dengan kecerdasan, disiplin, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Jiwa patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di medan tugas, tetapi juga melalui prestasi, inovasi, menjaga etika, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Seminar ini menjadi ruang bagi para taruna taruni untuk memperluas wawasan sekaligus membangun karakter sebagai calon pemimpin masa depan. Melalui pembelajaran nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan, generasi muda diharapkan mampu memiliki pemikiran yang luas, beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa Indonesia.









