![]()
JAKARTA|
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono memastikan kebijakan pembangunan 750 Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang direncanakan bukan karena adanya ancaman asing yang bersifat langsung.
Menurut Donny, pemerintah menyiapkan langkah ini sebagai bagian dari pembangunan kekuatan jangka panjang melalui konsep Optimum Essential Force (OEF), untuk memperkuat pertahanan teritorial di seluruh kabupaten, meningkatkan kesiapsiagaan negara, serta memperkuat dukungan terhadap pembangunan wilayah, termasuk ketahanan pangan nasional.
“Jadi orientasinya adalah penguatan struktur pertahanan negara secara menyeluruh, bukan respon atas situasi tertentu,” kata Donny di Jakarta, Kamis (20/11).
Lebih lanjut Donny menjelaskan bahwa target pembangunan 750 batalion dalam prosesnya dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan arahan dari pemerintah.
“Saat ini sejumlah Batalion Teritorial Pembangunan serta Brigif pendukungnya juga mulai disiapkan dan digelar di berbagai wilayah, namun seluruh prosesnya dilakukan bertingkat, terukur, dan menyesuaikan kapasitas pembangunan organisasi secara realistis. Secara jumlah, hingga 2025 ini sudah tergelar sebanyak 20 Brigif Teritorial Pembangunan (TP) dan 105 Yonif TP,” kata Donny.
Sumber : indonesiadefense












