![]()
OKEBUNG|
Dandim 0510/Tigaraksa yang diwakili Wadanramil 06/Tigaraksa Kapten Inf Arja Suharja,menghadiri acara Peresmian Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang di Jalan Kh.Mahbubih Kp.Bugel RT. 01/ 02 kel. Kaduagung Kec. Tigaraksa kab.Tangerang.

Peresmian Gedung PCNU Kab. Tangerang
dihadiri ± 1000 orang tersebut juga dihadiri perwakilan dari unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, segenap pengurus PWNU Banten dan PCNU Kab. Tangerang, Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh NU se-Kabupaten Tangerang, para pemuka agama lintas iman, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Wadanramil 06/ Tigaraksa Kapten Inf Arja Suharja,Camat Tigaraksa dan Lurah Kaduagung serta para undangan .Sedangkan sebagai Ketua Panitia K.H Muhammad yusuf, M.Pd.
Dalam sambutannya Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatkan bahwa gedung PCNU tersebut diharapkan bukan hanya rumah keluarga besar PCNU, namun juga bisa menjadi menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan dan toleransi di Kabupaten Tangerang.
“Gedung yang dibangun ini bukan hanya rumah bagi warga NU Kabupaten Tangerang, tapi juga diharapkan menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan, dan toleransi di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Tangerang senantiasa mendukung dan mengapresiasi program-program NU yang telah dijalankan, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami, pemerintah daerah terus menguatkan bersinergi dan kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama. Terima kasih dan apresiasi atas program-program NU yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi umat, akan terus kami dukung,” ungkapnya.

Masih kata Bupati,pentingnya menjaga identitas Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya lokal, sekaligus menjadi benteng persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Nahdlatul Ulama selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas daerah. Identitas NU harus tetap dijaga, dengan dakwah yang sejuk, santun, dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,”katanya.
Pihaknya pun mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Gedung PCNU yang dibangun di atas tanah wakaf dan diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.
“Selamat atas Gedung Nahdlatul Ulama ini. Siapa pun yang memiliki kepentingan untuk kemaslahatan masyarakat, silakan memanfaatkan gedung ini dengan sebaik-baiknya,”katanya.

Bupati Tangerang juga menyebutkan
Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kiai, pengurus, donatur, dan seluruh warga Nahdlatul Ulama yang
Berdirinya kantor PCNU ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol semakin kuatnya komitmen NU dalam membimbing umat, menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, serta memperkokoh rasa cinta tanah air di Kabupaten Tangerang. Dari tempat inilah, insya Allah, akan lahir berbagai gagasan, gerakan, dan program yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Selama ini, Nahdlatul Ulama telah terbukti menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang. Melalui dakwah yang sejuk, gerakan sosial yang nyata, dan peran pendidikan yang luas, NU turut menanamkan nilai moderasi beragama, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Pemerintah tentu tidak dapat berjalan sendiri; kehadiran para ulama dan struktur NU menjadi penyangga penting bagi ketenteraman dan kemajuan daerah.
Hadirin yang saya banggakan,
Ke depan, kita berharap sinergi ini semakin kuat. Kita ingin generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial.Kita ingin dakwah yang menyejukkan,merangkul dan mempersatukan, bukan memecah belah. Dengan adanya kantor baru ini, insya Allah manajemen organisasi akan semakin tertata, pelayanan umat semakin dekat, dan manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.
“Saya mengajak seluruh warga Kabupaten Tangerang untuk terus menjaga persatuan. Perbedaan pandangan dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan, bukan pemisah. Melalui Nahdlatul Ulama, kita diajarkan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin—menebarkan kedamaian, membangun peradaban, dan menghadirkan manfaat bagi semua,”tandasnya.
Hal senada Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung PCNU.
“Gedung ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan dan pelayanan umat nantinya,”ujarnya
Sementara itu,KH. Hafis Gunawan, S.Pd sebagaiKetua PWNU Provinsi Banten menyampaikan,”tetap semangat untuk Nahdlatul Ulama Kabupaten Tangerang. Program-program NU, khususnya di bidang ekonomi umat dan klinik kesehatan berlogo NU, alhamdulillah sudah mulai berjalan dan harus terus kita lanjutkan.
“Kedepan, program besar seperti RSUD NU diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama demi kemajuan umat dan masyarakat. Masih banyak agenda dan pekerjaan rumah yang harus kita jalankan, dan hal ini memerlukan keterlibatan seluruh tokoh dan warga NU untuk bergerak bersama demi kemajuan Kabupaten Tangerang,”ungkapnya.
Sejak dahulu, lanjutnya kita memiliki harapan besar agar PCNU Kabupaten Tangerang memiliki kantor sendiri. Alhamdulillah, hari ini harapan tersebut telah terwujud. Mari kita manfaatkan kantor ini sebaik-baiknya sebagai pusat koordinasi, pelayanan, dan pengabdian untuk umat.
Kegiatan ini juga menampilkan kesenian Islam,Hadrah,Istiqosah,Potong Pita,
pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Kabupaten Tangerang & Syubbanul Wathon,Pengajian Kitab Turats dan Penandatanganan Prasasti.
Kegiatan peresmian Kantor PCNU Kabupaten Tangerang menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat dalam membangun organisasi.
Berdirinya kantor ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi, pelayanan umat, serta pelaksanaan program-program PCNU, khususnya di bidang dakwah, sosial, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi umat.
(Red/Kodim Tigaraksa)












