![]()
PERBAUNGAN – Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terus digencarkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi dan Skrining Kesehatan Terpadu (KIA, Gizi, dan Obat) melalui Pendekatan Interprofesional” yang dilaksanakan di Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kamis (22/1/2026).

Turut yang hadir dalam Kegiatan PKM adalah Dosen dan Mahasiswa Prodi S1 Kebidanan Dan Profesi Bidan Institut Kesehatan Helvetia adalah :
- Bd. Fina Kusuma Wardani, SST, M.Kes (Dosen Profesi Bidan sebagai Ketua)
- Bd. Sri Juliani, S.Keb., SKM., M.Kes (Dosen Profesi Bidan sebagai Anggota)
- Bd. Siti Ewin Pasaribu, SST, M.K.M (Dosen Profesi Bidan sebagai angota
- Nurul Masyitah Rahmi (Mahasiswa sebagai anggota)
- Riska Mutia (Mahasiswa sebagai anggota)
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas profesi kesehatan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa bidang keperawatan, kebidanan, serta farmasi. Pendekatan interprofesional dipilih sebagai strategi untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya ibu, bayi, dan balita.

Ketua tim pengabdian Bd. Fina Kusuma Wardani, SST, M.Kes menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak (KIA), status gizi keluarga, serta penggunaan obat yang rasional. “Masalah kesehatan di tingkat desa sering kali saling berkaitan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antarprofesi agar edukasi dan intervensi yang diberikan lebih efektif,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan skrining kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan balita, penilaian status gizi, skrining anemia pada ibu hamil, serta konsultasi penggunaan obat yang aman dan tepat dosis. Selain itu, peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai pencegahan stunting, skrining kesehatan, pola makan seimbang, serta edukasi terkait penyimpanan dan penggunaan obat di rumah tangga.

Antusiasme masyarakat Desa Lidah Tanah terlihat dari tingginya partisipasi warga, terutama para ibu hamil dan ibu balita. Kepala Desa Lidah Tanah menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kontribusi tenaga kesehatan. Kegiatan ini sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga,” ungkapnya.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini juga mendapatkan pengalaman berharga dalam praktik kolaborasi tim kesehatan di lapangan. Mereka belajar melakukan komunikasi efektif, pembagian peran sesuai kompetensi, serta pengambilan keputusan secara bersama dalam menangani permasalahan kesehatan masyarakat.
Hasil skrining menunjukkan masih adanya beberapa kasus risiko anemia pada ibu hamil dan masalah gizi pada balita yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Tim pengabdian merekomendasikan tindak lanjut melalui koordinasi dengan puskesmas setempat serta kader kesehatan desa untuk memastikan keberlanjutan program.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan status gizi keluarga, serta menggunakan obat secara bijak. Pendekatan interprofesional terbukti menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas di tingkat desa.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pembagian leaflet edukasi kesehatan kepada warga. Ke depan, program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala guna mendukung terwujudnya masyarakat Desa Lidah Tanah yang sehat dan mandiri.











