![]()
OKEBUNG|
Dandim 0503/JB Kolonel Kav. Sigit Dharma Wiryawan, S.H,turut mendampingi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,dan Pangdam Jaya Jayakarta Mayjend TNI Dedi Suryadi, S.I.P, M.Si,menghadiri acara Perayaan Cap Go Meh 2026.Selasa 3 Maret 2026 sekira pukul 15.30 WIB ,bertempat di Pelataran Pancoran Chinatown Point Jl. Pancoran No. 42 A RW 06 Kel. Pinangsia ,Kec. Tamansari Jakarta Barat.

Kegiatan meriah dihadiri 1000 orang lebih tersebut jiga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,Pangdam Jaya Jayakarta Mayjend TNI Dedi Suryadi, S.I.P, M.Si,Kapolda Metro Jaya Irjend Pol Asep Edi Suheri,S.I.K,.M.Si,Ketua DPRD DKI Jakarta. Khoirudin,Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto,Para Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Ingard Joshua, S.E, Dandim 0503/JB Kolonel Kav. Sigit Dharma Wiryawan, S.H,Kapolres Metro Jakabar Kombes Pol Twedi,Walikota Adm Jakbar Ibu Iin Mutmainah,mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017/2022 Anies Baswaedan,nantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997/2007 Sutiyoso, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghua (INTI) I Wayan Suparmin.
Acara ini diawali lagu Kebangsaan Indonesia Raya,dilanjutkan pertunjukan hiburan tarian selendang dendang, kemudian acara dibuka dan sekaligus pengumuman pemenang lomba dekorasi Imlek 202 serta penampilan Barongsai

Acara meningkatkan solidaritas dan sinergitas tersebut dikerahkan kekuatan pengamanan dari Pomdam Jaya Letda Clm Bagas,Koramil 01/TS dipimpin Pgs Danramil 01/TS 10 Mayor Inf Zein Nurohman,Polsek Metro Tamansari 20 personel dipimpin Wakapolsek Kompol Ujang Rahmat,dan petugas Satpol PP Tamansari 74 orang dipimpin Gudman Sidabutar.
Perayaan Cap Go Meh 2026 di kawasan Pecinan, Glodok, Jakarta Barat, menjadi momen istimewa yang mempertemukan para pemimpin ibu kota dari masa ke masa.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara khusus menyoroti kehadiran para pendahulunya, mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, hingga Anies Baswedan.

Menurutnya dengan hadirnya para tokoh lintas generasi tersebut tidak hanya menghangatkan suasana, tetapi juga mengirimkan pesan positif tentang keberlanjutan masa depan Ibu Kota Jakarta dan Kemeriahan festival penutup rangkaian Tahun Baru Imlek ini juga menjadi etalase kekayaan sejarah dan toleransi warga Ibu Kota.
Gubernur DKI melihat perayaan tersebut bukan sekedar ritual tradisi, melainkan sebuah pertunjukan seni yang memperlihatkan bagaimana keberagaman telah menyatu menjadi identitas lokal dan wujud nyata percampuran budaya tersebut di tengah masyarakat.

“Acara ini seperti yang kita saksikan bersama memperlihatkan mempertunjukkan bagaimana budaya Tionghoa yang kemudian sudah mengalami akulturasi dengan Betawi dan juga dengan Jakarta .Yang namanya Imlek belum pernah semeriah ini. Baik itu diadakan di Lapangan Banteng, di Bundaran HI, di SCBD, di pusat-pusat pertokoan yang ada. Kami merasakan bahwa kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta sekarang ini sungguh sangat baik,” ujanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para inisiator dan panitia atas kerja keras mereka dalam menyukseskan perayaan Cap Go Meh tahun ini. Tak hanya itu, ia juga menyoroti kontribusi besar komunitas Tionghoa bagi perkembangan Jakarta

Pramono menyebut bahwa transisi dari perayaan Imlek menuju bulan Ramadan tahun ini berjalan dengan baik. Penataan ornamen-ornamen khas Imlek yang kemudian diganti menjelang Ramadan disebutnya menunjukkan terjaganya keseimbangan antar umat beragama di Ibu Kota.(Kodim 0503/JB)













