![]()
OKEBUNG|
Pesawat A400M menjalani uji fungsi pendaratan berbasis Instrument Landing System (ILS) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional pesawat.
Uji fungsi tersebut dilaksanakan di runway Lanud I Gustri Ngurah Rai, Bali, Kamis (26/2), setelah pesawat lepas landas dari home base-nya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Setibanya di wilayah udara Bali, pesawat melaksanakan prosedur pendekatan instrumen sesuai dengan standar operasional. Pengujian juga mencakup manuver pendekatan rendah (low approach) untuk memastikan akurasi sistem navigasi serta kesiapan fasilitas pendukung pangkalan.
“Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem navigasi dan fasilitas pendukung operasional di Lanud I Gusti Ngurah Rai berfungsi optimal,” tulis Penerangan Koopsudnas dalam siaran persnya, dikutip Minggu (1/3).
A400M menjadi pesawat angkut terbaru sekaligus terbesar yang saat ini memperkuat jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara.
Pesawat produksi Airbus tersebut pertama kali mendarat di Indonesia pada 3 November 2025 di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan selanjutnya ditempatkan di Skadron Udara 31 sebagai satuan operator.
Kehadiran unit pertama A400M dengan nomor registrasi A-4001 tersebut menjadi realisasi dari kontrak pengadaan yang ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada November 2021. Dalam kontrak itu, Indonesia dilaporkan memesan dua unit A400M.
Sejak hadir di Indonesia, A400M telah menjalani misi perdana dalam operasi militer selain perang (OMSP) dengan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana longsor dan banjir di Provinsi Aceh pada akhir November 2025.
Saat itu, pesawat terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan mengangkut total bantuan logistik sebanyak 15.685 kilogram menuju Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh.
indonesiadefense/Penerangan Koopsudnas












