![]()
Denpasar – Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana terus memperkuat sinerginya dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Bali. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, dalam Rapat Agenda Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., yang berlangsung di Ruang Rapat Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menteri LHK ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Bali, antara lain Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H., serta Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali. Dari kalangan militer, turut hadir Dandim 1611/Badung Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., dan Kasiintel Korem 163/WSA Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kondusifnya pengelolaan sampah di Bali saat ini berkat kolaborasi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). “Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh TNI-Polri, dinas terkait, dan seluruh lapisan masyarakat Bali yang sadar akan pentingnya kebersihan,” ujar Gubernur Koster. Ia menekankan bahwa optimalisasi TPS menjadi TPS 3R adalah kunci penyelesaian sampah dari sumber rumah tangga.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam paparannya menyoroti data survei penanganan sampah di wilayah kota, khususnya rasio jumlah sampah per kepala keluarga dibandingkan dengan ketersediaan tenaga petugas pengangkut. Ia menegaskan bahwa pemilahan sampah organik dan anorganik oleh masyarakat sejak dari rumah sangat krusial untuk mempercepat proses pengolahan dan pencacahan sampah di fasilitas selanjutnya.
Menteri LHK, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dalam arahannya menegaskan pentingnya strategi jangka panjang yang berkelanjutan. “Penyelesaian masalah sampah di Bali harus tuntas dan berlanjut. Kami mendorong penambahan jumlah TPS 3R di setiap desa agar pengolahan sampah organik maupun anorganik dapat dilakukan secara maksimal di tingkat akar rumput,” tegas Menteri Hanif. Strategi ini diharapkan mampu mengatasi timbunan sampah harian secara efektif melalui pemberdayaan desa.
Sementara itu pada kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana juga menyampaikan bahwa komitmen Kodam IX/Udayana untuk terus mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanganan lingkungan. TNI AD melalui Kodam IX/Udayana siap bersinergi dan menurunkan personelnya untuk membantu sosialisasi, pengawalan, hingga aksi nyata penanganan sampah di lapangan.
Kegiatan rapat berlangsung aman dan lancar selama kurang lebih satu jam, menghasilkan kesepakatan strategis untuk percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis desa di seluruh Bali. Kehadiran TNI dalam forum ini mempertegas peran kodalam sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.(Pendam IX/Udy)
#PeduliLingkungan #BaliBersih #TNIManunggalRakyat #SinergiBangsa #SampahTuntas












