![]()
Okebung
Mojokerto – Pembinaan olahraga berbasis karakter dan potensi maritim kembali membuahkan hasil nyata. Atlet binaan TNI AL melalui klub dayung Jung Kwatu sukses mengantarkan Kabupaten Mojokerto meraih Juara Umum pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yang digelar di Sungai Ngotok, Jembatan Rejoto, Kota Mojokerto, 17 hingga 20 April 2026.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa pembinaan sejak usia dini yang konsisten, profesional, dan berkelanjutan mampu melahirkan prestasi di level provinsi sekaligus membentuk generasi muda berkarakter bahari yang disiplin, militan, dan patriotik.
Jung Kwatu berkembang sebagai model pemberdayaan terintegrasi berbasis potensi wilayah, yang menghubungkan olahraga air dengan sektor pariwisata, ekonomi masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Pendekatan ini menjadikan olahraga sebagai penggerak pembangunan sekaligus wahana pembentukan karakter generasi muda.
Pembina Jung Kwatu, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kadepiptek AAL), menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari komitmen kolektif dan sistem pembinaan yang terstruktur.
“Pembinaan generasi muda harus dimulai sejak dini dengan disiplin dan militansi. Kita tidak hanya mencetak juara, tetapi membangun karakter, mental juang, dan semangat kebangsaan. Jung Kwatu adalah bagian dari upaya besar membangkitkan potensi maritim melalui generasi muda,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, bahwa setiap prajurit TNI AL harus mampu berperan aktif, hadir di tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dan manfaat langsung di lingkungan penugasannya.
“Pembinaan ini adalah wujud implementasi arahan pimpinan TNI AL, bahwa kehadiran prajurit harus membawa solusi, memberdayakan potensi wilayah, dan memperkuat ketahanan sosial melalui generasi muda,” lanjutnya.
Dukungan kuat juga datang dari Gubernur AAL, Laksda TNI Sigit Santoso, yang mengapresiasi langkah strategis pembinaan berbasis integrasi tersebut. Pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga membangun ekosistem antara olahraga, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkarakter bahari.
Sementara itu, Koordinator Pelatih, Kapten Marinir Taufik, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari disiplin latihan dan kerja keras para atlet.
“Kami menerapkan program latihan yang terukur dan berkelanjutan. Para atlet dibina secara menyeluruh, baik fisik, teknik, maupun mental. Mereka adalah pejuang prestasi yang ditempa melalui proses panjang,” ujarnya.
Pada Kejurprov Dayung Jatim 2026, Kabupaten Mojokerto berhasil menjadi Juara umum dengan meraih total 19 medali, dengan rincian:
Emas (6):
C-1 Putri U-15 (Zahra), SUP Putri U-15 (Zahra), C-1 Putri U-18 (Zahra), SUP Putri U-18 (Zahra), K-2 Putra U-18 (Reza & Adit), TBR 10 Pedayung U-18 (Tim)
Perak (8):
C-1 Putra U-15 (Angga), K-1 Putri U-15 (Rara), C-2 Putra U-15 (Angga & Hilmi), SUP Putra U-15 (Angga), K-1 Putri Open (Rara), K-2 Putra Open (Reza & Putra), C-2 Putra Open (Tomo & Hafid), TBR 10 Pedayung Open (Tim)
Perunggu (5):
TBR 10 Pedayung Putra U-15 (Tim), K-1 Putra U-18 (Reza), SUP Putri U-18 (Afga), K-1 Putra Open (Putra), SUP Putri Open (Intan)
Peringkat kedua dididuki Kota Mojokerto, disusul Kota Surabaya di posisi ketiga.
Prestasi ini menegaskan bahwa Kabupaten Mojokerto tengah mengukuhkan kembali marwah kejayaan maritimnya, melalui strategi pembinaan dan pemberdayaan terintegrasi yang menyentuh aspek olahraga, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Ke depan, model pembinaan Jung Kwatu diharapkan menjadi role model nasional, dalam mencetak generasi muda bahari yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.












