![]()
OKEBUNG|
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema mengatakan, Indonesia saat ini telah memiliki lebih kurang 50.000 komponen cadangan (Komcad),dan jumlah tersebut berasal dari Komcad Reguler dan Komcad aparatur sipil negara (ASN) dari Kemhan RI.
“Sekarang kurang lebih sekitar mendekati 50.000 anggota komponen cadangan. Terkomposisi, baik itu komponen cadangan yang bersifat reguler dan komponen cadangan dari ASN yang sudah didahului oleh ASN Kementerian Pertahanan,” kata Gabriel selepas pembukaan latsarmil ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, ada pula Komcad yang diambil dari badan usaha milik swasta. “Kita tahu perusahaan-perusahaan tidak bisa berjalan sendiri, mereka juga potret negara,” sebut Gabriel.
Dalam konsep sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), strategi pertahanan melibatkan komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.
Gabriel mengatakan, di tengah ancaman yang makin kompleks, komcad berperan sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama (TNI), sekaligus meningkatkan ketahanan nasional.
“Oleh karena itu, pembentukan Komcad perlu dipersiapkan sejak dini guna mendukung pertahanan yang kuat,” tutur Gabriel.
Sejalan dengan itu, pembentukan Komcad dari unsur ASN kementerian dan lembaga menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat pertahanan negara.
Sebanyak 1.773 ASN pada gelombang pertama akan mengikuti program pelatihan dasar militer (Latsarmil) sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman. Para ASN tersebut dilepas dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4).
“Kami berharap program ini bukan untuk saat ini saja, tetapi akan berlanjut dan berlanjut terus,” tandasnya . (IDM)












