![]()
OKEBUNG|
Menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak dapat ditawar oleh siapapun. Komitmen menjaga marwah bangsa di bumi Maluku ditegaskan kembali oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., yang menyatakan secara tegas bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi simbol-simbol separatisme untuk tumbuh di wilayah Maluku.
Pernyataan ini muncul seiring dengan hasil pantauan keamanan di seluruh penjuru Maluku pada Sabtu, 25 April 2026. Berdasarkan laporan intelijen dan patroli di lapangan, dipastikan tidak ditemukan satu pun atribut maupun bendera organisasi terlarang Republik Maluku Selatan (RMS) yang berkibar. Kondisi kondusif ini menunjukkan semakin kuatnya kesadaran kolektif masyarakat bahwa masa depan Maluku terletak pada persatuan di bawah naungan Merah Putih, bukan pada romantisme gerakan masa lalu yang hanya membawa perpecahan.
Mayjen TNI Dodi Triwinarto menegaskan bahwa TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam menghalau segala bentuk ancaman yang mencoba merongrong kedaulatan negara. Ia memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang mencoba memprovokasi masyarakat dengan simbol-simbol yang bertentangan dengan hukum negara.
”Provinsi Maluku adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi simbol-simbol separatisme di tanah ini. Siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan dengan menonjolkan identitas separatis, akan kami tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku tanpa keraguan,” ujar Pangdam XV/Pattimura dalam keterangan resminya, Ambon, Sabtu (25/4/2026)
Lebih lanjut Jenderal bintang dua ini mengapresiasi masyarakat Maluku yang kian dewasa dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu usang yang diembuskan kelompok separatis. (Pendam15)











