![]()
OKEBUNG|
Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam upaya global penanggulangan narkotika melalui partisipasi aktif dalam pertemuan Colombo Plan Drug Advisory Programme (CPDAP). Dalam forum tersebut, Indonesia memaparkan kondisi terkini penyalahgunaan narkotika di dalam negeri, yang masih didominasi oleh metamfetamin, serta meningkatnya peredaran narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Selain itu, Indonesia juga menyoroti tren transaksi narkotika yang mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk penggunaan mata uang kripto oleh jaringan transnasional.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan CPDAP, Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci di kawasan. Melalui forum ini, Indonesia tidak hanya menjadi tempat bertemunya negara-negara anggota, tetapi juga menjadi penggerak dalam mendorong kolaborasi konkret untuk menghadapi dinamika ancaman narkotika yang semakin kompleks dan lintas batas.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia bersama negara-negara anggota Colombo Plan sepakat untuk meningkatkan kerja sama regional, khususnya dalam penguatan kapasitas deteksi dini terhadap zat-zat baru yang terus bermunculan. Upaya ini dinilai penting guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap perkembangan jenis narkotika yang kian beragam dan sulit teridentifikasi.
Lebih lanjut, Indonesia juga mendorong pendekatan yang komprehensif dalam penanganan permasalahan narkotika, yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup aspek pencegahan dan rehabilitasi. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu menciptakan sistem penanggulangan narkotika yang lebih efektif dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun regional.
#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*












