![]()
PADANG PARIAMAN, —
Senyum itu akhirnya pecah. Bukan karena janji, tapi karena tembok yang benar-benar berdiri. Di Korong Durian Bukur, Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging Satgas mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibuk Kamar
yang selama ini hidup di rumah nyaris roboh kini mulai merasakan perubahan nyata lewat program rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim 0308/Pariaman.
Atap bocor yang dulu akrab dengan hujan, kini diganti. Dinding retak yang rawan ambruk mulai diperkuat. Lantai yang becek disulap jadi pijakan yang layak. Ini bukan sekadar renovasi—ini pergeseran dari hidup penuh risiko menuju ruang yang lebih manusiawi.
Dengan penuh semangat dan kebersamaan, anggota Satgas TMMD bersama warga tampak kompak mengerjakan berbagai tahapan pembangunan rumah agar dapat segera selesai dan ditempati dengan layak oleh pemiliknya. Kehadiran program TMMD ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya warga kurang mampu di daerah pedesaan.
Pembangunan RTLH tersebut merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TMMD Ke-128 Tahun 2026 yang dipusatkan di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong yang terus dijaga.
Warga setempat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Satgas TMMD Kodim 0308/Padang Pariaman. Mereka berharap pembangunan rumah tersebut dapat segera rampung sehingga Ibuk Kamar dapat tinggal dengan nyaman dan aman bersama keluarga.
Satgas TMMD juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan RTLH dilakukan agar seluruh sasaran fisik TMMD dapat selesai tepat waktu dengan hasil maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program pembangunan di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu.(red)
LANGKAT|
Senyum itu akhirnya pecah. Bukan karena janji, tapi karena tembok yang benar-benar berdiri. Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, lima warga yang selama ini hidup di rumah nyaris roboh kini mulai merasakan perubahan nyata lewat program rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat.
Atap bocor yang dulu akrab dengan hujan, kini diganti. Dinding retak yang rawan ambruk mulai diperkuat. Lantai yang becek disulap jadi pijakan yang layak. Ini bukan sekadar renovasi—ini pergeseran dari hidup penuh risiko menuju ruang yang lebih manusiawi.
“Targetnya jelas: rumah yang aman, sehat, dan nyaman. Saat ini sebagian besar sudah mendekati rampung,” ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi, Kamis, 30 April 2026.
Namun di balik optimisme itu, progres masih berpacu. Rumah milik Rida Wahyuni Rao dan Juraida hampir selesai—90 persen. Sementara Miswandi (40 persen), Irwansyah (38,18 persen), dan Suzana (50 persen) masih mengejar. Artinya, kerja belum boleh kendor.
Di lapangan, Satgas TMMD dan warga terus menggeber pembangunan. Tak ada ruang untuk lambat. Setiap bata yang dipasang adalah upaya menutup celah lama: bocor, rapuh, dan tak aman.
Program ini memang hanya menyasar lima rumah. Tapi dampaknya jauh dari kecil. Ini soal mengangkat standar hidup—dari bertahan di rumah tak layak menjadi tinggal di hunian yang memberi rasa aman.
Di Pasar Rawa, perubahan itu sudah di depan mata. Dan bagi lima keluarga ini, rumah baru bukan sekadar bangunan—melainkan titik balik dari hidup yang selama ini dipaksa bertahan di batas paling bawah.(red)












