![]()
Langkat|
Bertahun-tahun petani dan nelayan di pelosok Langkat terisolasi oleh jarak. Kehadiran sebuah jembatan beton kini memangkas waktu tempuh, menyelamatkan masa depan anak sekolah, dan menghidupkan kembali urat nadi ekonomi warga yang sempat mati suri.
Bagi Hairil, pria sepuh berusia 74 tahun di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, jarak bukan lagi sekadar angka di atas peta.
Selama bertahun-tahun, jarak adalah hambatan fisik yang melelahkan. Untuk menjual hasil bumi atau sekadar memastikan cucunya tidak terlambat masuk sekolah, warga desa di pelosok Sumatera Utara ini harus memutar jalan setapak yang jauh dan menguras energi.
Namun, kepasrahan itu berakhir di pertengahan tahun ini.
Sebuah jembatan beton baru kini membentang kokoh di atas sungai desa mereka. Infrastruktur vital ini lahir dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digarap oleh Kodim 0203/Langkat.
”Sekarang anak-anak tidak terlambat lagi ke sekolah. Mengangkut hasil panen pun jauh lebih gampang,” ujar Hairil, matanya menerawang menatap jembatan yang kini ramai dilalui kendaraan warga.
Desa Pasar Rawa dihuni oleh mayoritas nelayan dan petani padi. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar konstruksi semen dan kerikil, melainkan urat nadi ekonomi yang baru. Sebelum jembatan ini berdiri, mobilitas warga sangat terbatas, membuat biaya angkut hasil pertanian membengkak dan memangkas margin keuntungan yang tak seberapa.
Andi (29), seorang petani padi yang rumahnya tepat di bibir jembatan, tak bisa menyembunyikan kelegaannya. Saban hari, ia menyaksikan bagaimana personel TNI-Polri dan warga setempat berpeluh keringat di bawah terik matahari demi merampungkan proyek tersebut.
”Ini anugerah nyata di depan mata. Kami berterima kasih kepada Dandim yang benar-benar memperhatikan nasib warga kecil di sini,” kata Andi.
Letda Inf M. Rezky, perwira yang memimpin langsung proyek di lapangan, menegaskan bahwa kehadiran TNI di desa tersebut adalah bentuk respons atas jeritan senyap warga pelosok. “Proyek ini wujud nyata Bakti TNI AD. Kami harus hadir dan menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat,” ujarnya.
Kini, jembatan itu telah rampung. Di atas bentangannya, roda perekonomian Desa Pasar Rawa mulai berputar lebih cepat, memangkas waktu tempuh yang lama menjadi hitungan menit.(red)







