![]()
# Sudah Ratusan Kali Banjir #
Medan Labuhan — Ratusan kali digenangi banjir,ribuan warga yang bermukim di kawasan Perumahan Komplek BTN, Lingkungan XI, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, kembali harus menghadapi banjir yang merendam permukiman mereka, Minggu (31/5/2026). Genangan air yang mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa membuat aktivitas warga lumpuh dan menimbulkan keresahan.

Warga mengaku banjir yang melanda kawasan tersebut bukan lagi peristiwa baru. Setiap kali hujan deras turun, air dengan cepat menggenangi jalan dan masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini dinilai sebagai persoalan lama yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dan tuntas dari pihak terkait.
“Setiap hujan deras kami selalu was-was. Air bisa masuk rumah dalam hitungan jam. Perabotan rusak, aktivitas terganggu, anak-anak juga sulit berangkat sekolah. Kami sudah terlalu sering mengalami ini,” ujar salah seorang warga.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu akses transportasi warga. Sejumlah ruas jalan di lingkungan perumahan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua karena tingginya genangan air. Warga terpaksa berjalan kaki menerobos banjir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat menilai persoalan drainase yang tidak berfungsi maksimal, sedimentasi parit, hingga minimnya normalisasi saluran air menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang. Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan yang telah bertahun-tahun membayangi kawasan tersebut.
“Kami tidak butuh janji saat banjir datang. Yang kami harapkan adalah solusi nyata agar banjir ini tidak terus menjadi langganan setiap musim hujan,” ungkap warga lainnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kawasan BTN Kelurahan Besar dihuni ribuan jiwa yang setiap tahun harus menghadapi ancaman banjir. Warga berharap Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan segera turun langsung meninjau lokasi dan mengambil langkah konkret melalui perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang memadai.
Bagi masyarakat, banjir bukan sekadar genangan air, tetapi juga ancaman terhadap kesehatan, keselamatan, dan perekonomian keluarga. Mereka berharap jeritan warga Medan Labuhan tidak lagi hanya menjadi laporan tahunan yang berulang tanpa solusi.
“Lapor Pak Wali Kota, kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya ingin bisa tinggal dengan tenang tanpa dihantui banjir setiap kali hujan turun,” harap warga.











