![]()
Pakpak Bharat – Secangkir kopi menjadi penghubung hangat antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat di Dusun Kutarih, Desa Majanggut I, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (1/6/2026). Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi, Serda Petrianus Zebua, melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) melalui metode Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Sekretaris Desa Majanggut I, Marsono Solin, serta sejumlah warga di warung kopi milik Rinto Tumanggor.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut dimanfaatkan Babinsa untuk menyerap berbagai aspirasi, masukan, serta informasi terkait kondisi sosial masyarakat. Melalui dialog langsung, warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai hal yang berkembang di lingkungan mereka, mulai dari situasi keamanan, kehidupan bermasyarakat, hingga harapan terhadap kemajuan desa.
Sekretaris Desa Majanggut I, Marsono Solin, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang rutin dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia menilai pendekatan yang dilakukan melalui pertemuan informal seperti ini mampu mempererat hubungan antara pemerintah desa, TNI, dan masyarakat.
Sementara itu, Danramil 06/Kerajaan, Kapten Inf A. Siregar, melalui Babinsa Serda Petrianus Zebua menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu metode efektif dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, Babinsa dapat mengetahui perkembangan situasi wilayah sekaligus membangun kedekatan emosional dengan warga binaan.
“Melalui kegiatan sederhana seperti ngopi bareng, komunikasi dapat terjalin lebih akrab dan terbuka. Kami berharap sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjaga sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara bersama-sama demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Serda Petrianus Zebua. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi bukti bahwa dari secangkir kopi, lahir segudang aspirasi demi kemajuan desa. (Prajurit Pena)











