![]()
JAKARTA UTARA|
Selama tujuh puluh hari dikerjakan pembangunan koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP) Marunda di wilayah Kodim 0502/JU Jajaran Korem 052/Wkr hasilnya telah mencapai 86,22 %,Rabu 10 Juni 2026.
Perkembangan pembangunan KDKMP Marunda yang berada di Jl. Sarang Bango RT.005/ 04 Kel. Marunda, Kec. Cilincing, Kota Adm. Jakarta Utara,saat ini tukang dan personel TNI melanjutkan Pemasangan Keramik,Ngaci dinding luar,Pasang plafon,Pasang keramik kamar mandi,pengecatan dinding depan,pasang kusen alumunium ,pasang kusen pintu besi dan daun pintu besi,serta
pasang pintu utama folding gate.
Terpisah Komandan Kodim 0502/JU Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. S.H., M.I.P menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) Marunda .Program strategis nasional ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan warga desa.

“Keberadaan KDKMP memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ekonomi kerakyatan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal di setiap desa dan kelurahan. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengelolaan usaha yang produktif, profesional, dan berkelanjutan,”tegas Dandim.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, Kodim 0502/JU secara aktif melaksanakan pemantauan dan pendampingan di lapangan. Langkah ini dilakukan guna mengawal setiap tahapan pembangunan agar terlaksana tepat waktu, berkualitas, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dandim mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan KDKMP tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi faktor utama dalam mewujudkan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi desa.
Dengan hadirnya KDKMP di Marunda, diharapkan tercipta peluang usaha baru, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan ekonomi desa. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung terwujudnya desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Saat ini pekerjaan pembangunan KDKMP Program Presiden Republik Indonesia
menjadi salah satu program strategis desa,kelurahan yang diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi warga, baik dalam pengelolaan usaha kecil maupun pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
“Pembangunan koperasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi warga. Kami sebagai prajurit TNI berkewajiban ikut mengawal agar semuanya berjalan aman, tertib, dan sesuai harapan,” tegas Dandim

Dandim menekankan pentingnya kedisiplinan waktu serta kualitas pengerjaan. Ia meminta seluruh personel dan pihak terkait di lapangan agar bekerja secara maksimal sehingga pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan standar mutu yang telah ditentukan.
“Pembangunan ini memiliki nilai strategis sehingga harus diselesaikan sesuai target yang telah direncanakan. Jangan sampai ada keterlambatan yang dapat menghambat pemanfaatannya,” tegasnya.
Dandim juga mengapresiasi upaya dan kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tersebut. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan hingga seluruh pembangunan selesai dengan baik.

Masih kata Dandim bahwa pembangunan dimulai 01 April 2026 hasilnya saat ini telah mencapai 73,55 % ,dikerjakan 22 orang terdiri 21 tukang dan 1 orang prajurit TNI.
Pembangunan koperasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut di bangun diatas lahan milik Pemprop DKI Jakarta yang berada di Jl. Sarang Bango Kel. Marunda, Kec. Cilincing, Kota Adm. Jakarta Utara,dengan luas tanah 35 M x 30 M =1050 M²,dan luas bangunan 30 M.× 20 M (600 M²).
#Perkembangan KDKMP di Indonesia#
Sebagaimana diketahui Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat ini diseluruh Indonesia telah menunjukkan progres signifikan dengan 12.232 dari total target 80.000 gerai telah rampung dibangun dan memasuki tahap persiapan operasional. Pemerintah menargetkan untuk meresmikan sekitar 20.000 hingga 30.000 gerai pada pertengahan tahun ini guna mempercepat pemerataan ekonomi desa
#Integrasi Program Nasional #
KDKMP secara aktif mulai dilibatkan dalam rantai pasok program strategis, seperti penyediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan Perum Bulog.
#Dukungan Operasional#
Untuk memastikan koperasi berfungsi maksimal, pemerintah melakukan pendataan dan mempersiapkan ketersediaan lahan lanjutan, dengan puluhan ribu unit lain yang sedang dalam proses konstruksi.
#Menko Pangan Sampaikan Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Targetkan Operasional Mulai Juni Juli 2026#
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan perkembangan terbaru program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam konferensi pers usai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi desa sekaligus mendukung distribusi pangan dan berbagai layanan kebutuhan masyarakat.
Menko Pangan menjelaskan bahwa hingga saat ini progres penyediaan lahan untuk pembangunan KDKMP menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan pemetaan sementara, ketersediaan lahan telah mencapai lebih dari 32.000 lokasi, dengan 2.252 unit koperasi yang telah selesai dibangun, sementara proses pembangunan masih terus berlangsung di berbagai daerah.
Pemerintah memperkirakan pada Juni 2026 jumlah KDKMP yang terbangun dapat mencapai sekitar 20.000 hingga 30.000 unit. Untuk memastikan kesiapan lokasi, saat ini juga tengah dilakukan permintaan dan verifikasi data lahan, khususnya terhadap lokasi yang memiliki luas kurang dari 1.000 meter persegi.
Untuk lokasi yang luas lahannya tidak mencapai 1.000 meter persegi, pemerintah akan mengupayakan pencarian lahan alternatif. Apabila suatu daerah tidak memiliki lahan yang tersedia, maka pemerintah daerah, khususnya gubernur, akan membantu penyediaan maupun pembelian lahan guna mendukung pembangunan KDKMP.
Menko Pangan juga menyampaikan bahwa implementasi program ditargetkan mulai berjalan pada periode Juni–Juli 2026. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang diharapkan segera selesai. Kementerian Keuangan juga telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan regulasi tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.
Ke depan, KDKMP akan diperkuat dengan penempatan manajer profesional yang memiliki kompetensi kewirausahaan dan pengelolaan usaha. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang unggul serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan berbagai infrastruktur pemerintah, termasuk berperan sebagai offtaker dalam rantai pasok berbagai komoditas.
Selain itu, koperasi juga direncanakan menjadi saluran distribusi berbagai bantuan pemerintah, seperti bantuan beras dan bantuan sosial lainnya. Untuk mendukung fungsi tersebut, KDKMP akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas usaha, antara lain cold storage, agen sembako, serta agen LPG.(Red)











