![]()
Okebung
Mojokerto – Semangat membangun generasi muda berkarakter bahari terus diwujudkan melalui pembinaan olahraga dayung yang konsisten di Jung Kwatu, Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto. Menghadapi pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk berprestasi sekaligus menjadi generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing.

Sebagai pembina Jung Kwatu, Kolonel Kakung memandang bahwa olahraga dayung bukan sekadar sarana meraih medali, tetapi merupakan wahana strategis untuk membentuk karakter, mental juang, kepemimpinan, dan kecintaan generasi muda terhadap identitas maritim bangsa. Melalui latihan yang terarah dan pembinaan yang berkelanjutan, para atlet ditempa menjadi pribadi yang mampu menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah.
“Prestasi adalah hasil dari proses. Yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi muda yang kuat, berintegritas, memiliki jiwa bahari, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Medali akan datang mengikuti kerja keras dan kedisiplinan yang dibangun setiap hari,” ujar Kolonel Marinir Kakung Priyambodo.
Persiapan menghadapi Kejurnas dan Porprov Jatim dilakukan secara intensif dengan melibatkan seluruh unsur pembinaan. Program latihan fisik, teknik, mental bertanding, serta penguatan karakter terus dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Jung Kwatu menjadi modal penting dalam membangun atmosfer pembinaan yang sehat dan produktif.
Keberhasilan yang telah diraih selama ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga berbasis masyarakat mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Namun bagi Kolonel Kakung, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengukir prestasi.
Keberhasilan Jung Kwatu juga tidak terlepas dari peran seluruh pengurus, pelatih, orang tua atlet, pemerintah daerah, serta masyarakat yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan. Para pelatih andalan Jung Kwatu terus bekerja keras mendampingi atlet dalam setiap tahapan latihan, evaluasi, dan pengembangan kemampuan sehingga mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Mojokerto.
Dalam perspektif yang lebih luas, pembinaan olahraga dayung di Jung Kwatu merupakan bagian dari strategi pemberdayaan potensi wilayah yang terintegrasi. Desa Kwatu tidak hanya berkembang sebagai pusat pembinaan atlet dayung, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pendidikan karakter, penguatan budaya bahari, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
Kolonel Kakung meyakini bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan komunitas olahraga akan mampu menjadikan Desa Kwatu dan Kabupaten Mojokerto sebagai contoh sukses pembangunan berbasis potensi lokal. Model pembinaan yang menggabungkan olahraga, karakter, budaya bahari, dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi role model pembinaan olahraga dayung di Jawa Timur bahkan Indonesia.
Ke depan, harapan besar terus disematkan kepada para atlet Jung Kwatu agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada Kejurnas, Porprov Jatim, maupun berbagai ajang nasional lainnya. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pintu bagi lahirnya atlet-atlet yang mampu menembus tingkat nasional, internasional, bahkan membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.
“Jung Kwatu akan terus melahirkan pejuang prestasi. Anak-anak muda yang tidak hanya kuat di arena pertandingan, tetapi juga memiliki karakter bahari, cinta tanah air, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Inilah investasi terbaik untuk membangun generasi unggul dan kejayaan maritim Indonesia,” tutup Kolonel Marinir Kakung Priyambodo.












