![]()
OKEBUNG | Komandan Kodim 0510/Tiga Raksa Letkol Inf. Yudo Setyono S.H,siap mendukung dilaksanakannya Operasi Lilin Maung 2025 yang digelar Polresta Tangerang di Lapangan Arya Yudha Negara Tigaraksa Jl. H Somawinata No. 1 Kel. Kaduagung Kec. Tigaraksa Kab. Tangerang,Jum’at 19 Desember 2025 Pukul 16.00 Wib s.d 17.20 Wib.
Apel gelar Pasukan Ops Lilin Maung 2025 di Ikuti ± 350 personil tersebut turut dihadiri Bupati Tangerang Drs. Maesyal Rasyid, M.Si,Kapolresta Tangerang
Kombes Pol Andi M. Indra Waspada A, S.H., S.I.K., M.M., M.Si,Wakapolresta Tanggerang AKBP Christian Aer, S.H., S.I.K,Dandim 0510/Tiga Raksa Letkol Inf. Yudo Setyono S.H,Dansat Radar 401/Tanjung Kait Letkol Lek Aris budi Wicaksono,Dandenpom Jaya/1 Letkol CPM Usamma,Para PJU Polresta Tangerang dan
Kepala OPD Kab. Tangerang.
Apel gelar pasukan dikerahkan dari
Kodim 0510/Trs 30 personil dipimpin Kapten Arh Iqbal selaku Pasiops Kodim 0510/ Trs,Polres 200 personil dipimpin AKBP Christian Aer, S.H., S.I.K selaku Wakapolresta Tangerang,Brimob Polda 18 personil dipimpin Ipda Budi Danton Brimob),dari Denpom 10 personil dipimpin Letda CPM Bagus,Garnisun 0510/Trs 7 personil dipimpin Mayor Cke Bakhtiar Kasubgar 0510/ Trs,Satpol PP 25 personil dipimpin Marpaung,Dishub 30 personil dipimpin Mulyadi,Damkar 25 personil dipimpin Ilin Sobandi,Dinkes 5 orang, ORARI 15 orang,BPBD 10 orang dipimpin Solihin DPP Ahmad Taufik Hidayat.
Apel ini juga dikerahkan peralatan ataupun kendaraan pendukung para personel yang hadir mengikuti Apel Gelar Pasukaj Ops Lilin .
Dalam sambutannya Bupati Tanggerang
Drs. Maesyal Rasyid, M.Si,menyampaikan bahwa pengamanan dan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) perlu ditingkatkan.
Pada sisi Kamtibmas, guna menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat, pastikan setiap lokasi ibadah telah dilakukan sterilisasi. Selain itu, libatkan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam kegiatan pelayanan sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama.
Selain itu,ancaman terorisme masih menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, kedepankan langkah deteksi dini dan preventive strike untuk mencegah aksi teror. Laksanakan penjagaan ketat pada pusat-pusat keramaian dan tempat ibadah guna memastikan tidak terjadi gangguan sekecil apa pun selama pelaksanaan ibadah Natal maupun malam pergantian tahun.
Terkait kejahatan konvensional, lakukan pemetaan kerawanan serta patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, khususnya pada jam dan lokasi rawan. Selain itu, fasilitasi penitipan kendaraan masyarakat di kantor-kantor kepolisian guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bepergian dalam jangka waktu lama.
Menghadapi potensi bencana alam, diperlukan kesiapsiagaan menyeluruh melalui penyiapan tim tanggap bencana serta sarana dan prasarana pendukung. Lakukan antisipasi terhadap potensi longsor dan banjir, khususnya pada ruas jalan utama, jalur alternatif, serta akses menuju kawasan objek vital. Pada jalur rawan tersebut, posko terpadu harus disiagakan dan dilengkapi dengan perlengkapan SAR yang memadai guna mendukung respons cepat dan penanganan darurat.
Pada saat yang sama, lakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan serta BBM. Pastikan harga, distribusi, dan ketersediaannya tetap terjaga dan stabil. Dukungan Respons Cepat Operasi Nataru
Dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi, telah disiapkan sebanyak 2.903 posko, yang terdiri dari 1.807 Pos Pengamanan (Pos Pam), 763 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 333 Pos Terpadu. Posko-posko tersebut tersebar di seluruh wilayah untuk melayani 44.436 objek, meliputi gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata, serta lokasi perayaan Tahun Baru.
Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal bagi masyarakat.
Polri bersama para pemangku kepentingan terkait telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi permasalahan, baik di bidang Kamseltibcarlantas maupun bidang lain yang berpotensi mengganggu kelancaran perayaan Nataru.
Pada sisi Kamseltibcarlantas, Polri bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Laut Kementerian Perhubungan, serta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas, serta pengendalian arus penyeberangan laut. Surat Keputusan Bersama tersebut harus dipedomani dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan.
Khusus pada titik-titik rawan kepadatan di jalur tol dan jalan arteri, pengaturan serta rekayasa lalu lintas harus dilaksanakan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Untuk mendukung hal tersebut, pemanfaatan teknologi seperti traffic counting dan sistem pemantauan lalu lintas harus dioptimalkan guna memastikan kelancaran arus kendaraan.
Perayaan Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, berkumpul, dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sebesar 7,97 persen atau 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya bencana alam.
Situasi tersebut menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra, baik dari aspek pengamanan, pelayanan, maupun respons cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan, demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, Polri dengan dukungan para pemangku kepentingan terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025”, yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya.(Red)











