![]()
Maros, Penkodau II. TNI Angkatan Udara terus mengintensifkan operasi evakuasi lanjutan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan mengerahkan kekuatan udara secara maksimal. Melalui unsur Helikopter H225M Caracal, Tim Search and Rescue (SAR) TNI AU dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) kembali diberangkatkan dari Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026). 
Pemanfaatan jalur udara menjadi langkah krusial untuk menjamin kecepatan, ketepatan, dan keselamatan pelaksanaan operasi evakuasi, khususnya pada area lereng pegunungan Bulusaraung yang memiliki medan ekstrem dan hutan lebat.
Selain mengantarkan personel Tim SAR TNI AU langsung ke titik operasi, Helikopter H225M Caracal juga melaksanakan dropping logistik berupa Ransum Naraga kepada tim SAR gabungan yang masih bertugas di darat.

Logistik yang didistribusikan mencakup ransum lapangan, perlengkapan pendukung evakuasi, serta kebutuhan medis, guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas misi pencarian dan evakuasi. Penyaluran Ransum Naraga ini diperuntukkan bagi personel gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI-Polri serta relawan yang telah bekerja di medan operasi.
Pasokan logistik tersebut sangat penting untuk menjaga kondisi fisik dan daya tahan Tim SAR, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu serta keterbatasan akses wilayah.

Sumber : Penkodau II
#tniau #puspentni #koopsudaranasional
#swabhuwanpaksa #tniprima
@militer.udara
@koops_udara_nasional












