![]()
OKEBUNG|
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan (Hanpangan) Panglima
Kodam XXI/Radin Inten,Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi bersama Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, melaksanakan tanam padi serentak di Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (20/1), dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kartika Bina Tani.Sebagaimana diketahui bahwa Wilayah Way Jepara ditetapkan sebagai lokasi awal pendampingan dengan luasan mencapai 2.396 hektare.

Kegiatan mendukung program Presiden RI
Gerakan Tanam Padi Serentak,bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan produksi padi di daerah sentra pertanian.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa kegiatan tanam padi serentak dilaksanakan sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.

Masih kata Kriistomie bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 250 petani dengan luasan tanam awal 500 hektare menggunakan varietas Inpari 32 yang berpotensi menghasilkan hingga delapan ton per hektare.
“Kodam XXI/Radin Inten juga mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, salah satunya aplikasi Centurion 21 yang mengintegrasikan pemetaan drone dan analisis data,”sebut mantan Kapuspen TNI dan Kadispenad ini
Jenderal bintang dua yang pernah menjabat Asops Kasdam I/BB ini berharap dengan kegiatan ini mampu meningkatkan efisiensi budidaya serta mendongkrak produksi beras Lampung Timur guna memperkuat peran Lampung sebagai salah satu penyangga pangan nasional.
Lanjutnya bahwa Kodam XXI/Radin Inten menginisiasi gerakan tanam padi serentak di Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kabupaten Lampung Timur y melibatkan sekitar 250 petani untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 petani dengan luasan tanam awal 500 hektare,”terangnya.
Masih kata Pangdam bahwa gerakan tanam padi serentak ini, menggunakan varietas padi Inpari 32 yang memiliki potensi hasil hingga delapan ton per hektare.
“Ke depan, melalui riset, pengembangan teknologi pertanian, kami berharap ada varian bibit dengan produktivitas bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare,” kata Kristomei.
Panglima juga mengatakan bahwa dalam gerakan ini Babinsa tidak hanya mendampingi di lapangan, tetapi juga menjadi penghubung teknologi bagi petani. Dengan pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan, sektor pertanian di Lampung Timur diharapkan semakin efisien dan berdaya saing.
“Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani, gerakan tanam padi serentak ini diharapkan mampu mendongkrak produksi beras Lampung Timur sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu penyangga pangan nasional,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan bahwa kehadiran TNI dan pemerintah provinsi menjadi suntikan semangat baru bagi petani dan pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal.
“Lampung Timur memiliki luas lahan padi 55.952 hektare, terbesar kedua di Provinsi Lampung. Meski alokasi anggaran pertanian masih terbatas, kolaborasi ini membuat kami optimistis produksi dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat,” sebutnya.
Buoati menjelaskan kegiatan gerakan tanam padi di Way Jepara akan menjadi wilayah pendampingan Kodam XXI/Radin Inten dengan luasan awal mencapai 2.396 hektare yang berpotensi diperluas ke kecamatan lain. “Program ini melengkapi berbagai inisiatif sebelumnya, seperti petani mitra Adhyaksa serta optimalisasi lahan pertanian di sejumlah wilayah Lampung Timur,” ujar Bupati.(Pendam Radim Inten)












