![]()
SENAYANG, LINGGA – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap Kapten Kapal TB Trans Permata yang dilaporkan hilang, kini telah memasuki hari keempat, Jum’at (13/02/2026). Babinsa Kelurahan Senayang, Praka Dwi Santoso, bersama Tim SAR Gabungan kembali bergerak dari Pelabuhan Angkatan Laut (AL) Senayang untuk melakukan penyisiran intensif, dengan fokus utama menyisir area perairan yang dicurigai menjadi titik hanyutnya korban pada titik koordinat pencarian 00° 07’ 04.87” N – 104° 48’ 59.13” E.
Upaya ini merupakan kelanjutan dari operasi hari-hari sebelumnya namun memang belum membuahkan hasil, adapun Tim SAR Gabungan yang terjun ke lapangan terdiri dari personel Basarnas Lingga, Polsek Senayang, Babinpotmar, serta Babinsa Kelurahan Senayang. Sinergi lintas sektoral ini dikerahkan untuk memaksimalkan jangkauan pantauan, mengingat kondisi arus laut dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu di perairan Kepulauan Riau, yang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Keterlibatan aktif Praka Dwi Santoso dalam operasi ini menegaskan peran vital aparat komando kewilayahan dalam tugas kemanusiaan. Sebagai ujung tombak TNI AD di masyarakat, kehadiran Babinsa tidak hanya sebatas fungsi pertahanan, melainkan juga respons cepat tanggap bencana dan musibah di wilayah binaan. Praka Dwi memastikan bahwa koordinasi antara instansi berjalan lancar dan setiap informasi sekecil apapun dari nelayan sekitar dapat segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan.
Menanggapi jalannya operasi hari keempat ini, Praka Dwi Santoso menyatakan komitmen penuh tim gabungan. “Kami bersama Basarnas, Polsek, dan rekan Babinpotmar terus berupaya semaksimal mungkin menyisir titik koordinat yang telah dipetakan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab moral dan tugas untuk membantu kesulitan rakyat. Kami memohon doa agar cuaca hari ini bersahabat sehingga korban dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pihak keluarga,” ujarnya di sela-sela persiapan keberangkatan.
Sementara itu, upaya tak kenal lelah dari Tim SAR Gabungan ini mendapat apresiasi dan simpati dari warga setempat. Usman, salah seorang tokoh masyarakat dan nelayan di Senayang, mengungkapkan harapannya terhadap operasi ini. “Melihat bapak-bapak TNI, Polisi, dan Basarnas turun terus dari pagi sampai sore, kami warga merasa sangat terbantu dan tenang. Kejadian di laut memang sulit diprediksi, tapi dengan adanya kesigapan Pak Babinsa dan tim, kami berharap Kapten kapal segera ketemu. Kami para nelayan juga sudah diimbau untuk ikut memantau jika melihat tanda-tanda saat melaut,” tuturnya.












