![]()
OKEBUNG|
Dalam rangka memastikan stabilitas pasokan dan harga daging sapi, terutama di Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi warga Jakarta.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima 2000 Ekor Sapi dari Australia ,Senin 23 Februari 2026.
Sapi yang di impor 2000 ekor yang rencana akan di impor sebanyak.7500 Ekor Sapi.
Penerimaan Impor Sapi sebanyak 2000 Ekor Sapi dari Australia oleh Perumda Dharma Jaya di hadiri langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,di Pelabuhan Tanjung Priok Jl. Pos Pombo Dermaga 101 Kel. Tanjung Priok Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara sebagai penanggungjawab Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman.
Turut hadir dalam kegiatan penerimaan sapi diantaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,Kadis Perhubungan DKI Jakarta Rudi,Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat S.I.P. M.A.,Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok diwakili Kasat Samapta AKP Aris Arianto, S.H.,Para PJU Walikota Jakarta Utara,Kepala KSOP Pelabuhan Tg.Priok Capt. Heru Susanto,M.M,Executive General Manager (EGM) PT Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra,Ketua dewan pengawas Perumda Dhar7ma Jaya. Dr. H. Raja Sapta Ervian, S.H. M.,
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman,Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya Irwan Nusyirwan dan Direktur Keuangan dan SDM Deni Alfianto Amris.

Pada kesempatan tersebut Gubernur DKI Jakarta beserta Rombongan meninjau Kondisi Kesehatan dan Kelayakan Sapi di Dek Kapal penerimaan Impor Sapi dari Australia oleh Perumda Dharma Jaya sebanyak 590 Ekor Sapi,dan selanjutnyab
melaksanakan Prosesi simbolis pelepasan sapi yang telah di turunkan dari Kapal menuju truk pengangkut.
Gubernur DKI menyampaikan bahwa
Pemprov DKI Jakarta menerima impor sapi dari Australia sebagai upaya mencegah kenaikan harga daging di pasaran. Melalui Perumda Dharma Jaya mengimpor sapi dari Australia.Dan apabila nantinya Jakarta masih membutuhkan stok tambahan daging sapi, maka pihaknya akan kembali mengimpor daging sapi.
Total kuota yang didapatkan Jakarta, yaitu sebanyak 7.500 ekor sapi Australia.Gubernur Pramono pun mengaku bersyukur karena setelah 28 tahun, Jakarta dipercaya untuk mengimpor langsung sapi dari Australia.Dirinya meyakini bahwa impor sapi dari Australia tersebut dapat memenuhi kebutuhan daging di Jakarta, khususnya pada momen Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri .

Hal tersebut terjadi ,lanjutnya karena Indonesia (DKI Jakarta) dengan Australia di beberapa kota ada kerja sama yang disebut dengan kerja sama Sister City. Maka dengan adanya sapi dari Australia ini, saya meyakini dapat memenuhi kebutuhan daging, terutama untuk di Jakarta,” ungkapnya seraya berharap upaya tersebut dapat benar-benar menjaga harga daging sapi tetap stabil dan terhindar dari inflasi.
Terpisah Operasional Rumah Potong Hewan (RPH) tetap berjalan normal tanpa tambahan biaya pemeriksaan dan Perumda Dharma Jaya turut menyalurkan sapi hidup dengan harga lebih murah, yakni Rp54.000 per kg berat hidup untuk menekan harga pasar.
Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan daging sapi bersubsidi seharga Rp35.000 per kg bagi sekitar satu juta warga penerima manfaat.
Sementara itu, melalui program Gerakan Pasar Murah, daging sapi dijual dengan harga Rp109.000 hingga Rp139.000 per kg di berbagai lokasi.(Red/Kodim 0502/JU)












