![]()
BAKUNG SERUMPUN, LINGGA – Babinsa Desa Tanjung Kelit, Sertu HP Hutagalung, melakukan pendampingan intensif dalam kegiatan survei lapangan rencana pembentukan “Kampung Nelayan Merah Putih” di RT 01 RW 04, Dusun I Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun. Peninjauan strategis ini dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau, DKP Kabupaten Lingga, serta Tim Ahli dari perguruan tinggi. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini memastikan seluruh tahapan verifikasi lapangan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh pihak yang terlibat, Rabu (25/02/2026)
Kegiatan survei ini dipimpin langsung oleh Kepala DKP Provinsi Kepri, Dr. Said Sudrajad, S.Sos., M.Si, didampingi Kabid Perikanan Tangkap, Muhrim Akhtar, S.Pi, dan Ahli Muda Pengelola Produksi, Raja Istiqamah, S.Pi., M.Si. Turut hadir memperkuat tim, Kepala DKP Kabupaten Lingga, Suarman, S.E., M.IP, beserta jajaran terkait dan tim ahli akademisi, Dr. T. Ersti Yulika Sari serta Dr. Akhmad Solihin. Sinergi antara birokrat dan akademisi ini bertujuan untuk melakukan validasi faktual guna memastikan kondisi geografis dan potensi sosial ekonomi di Tanjung Kelit selaras dengan proposal yang telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Tujuan utama dari verifikasi ini adalah untuk meninjau kelayakan areal dan kesiapan masyarakat pesisir dalam mengimplementasikan konsep Kampung Nelayan Merah Putih. Camat Bakung Serumpun, Bapak Salam, bersama Kepala Desa Tanjung Kelit, Bapak Surya, dan Ketua BPD, Bapak Amran, turut mendampingi proses pengecekan titik-titik krusial di wilayah Dusun I.
Peninjauan ini mencakup area pemukiman nelayan hingga fasilitas tambat kapal, guna memastikan bahwa bantuan atau program pengembangan yang akan dikucurkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan taraf hidup nelayan lokal secara berkelanjutan.
Kepala DKP Provinsi Kepri, Dr. Said Sudrajad, menyatakan bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam penetapan Desa Tanjung Kelit sebagai model kampung nelayan yang modern namun tetap berbasis kearifan lokal. “Kami melihat potensi yang sangat besar di sini. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, dan akademisi sangat penting agar proposal yang diajukan tidak hanya bagus di atas kertas, tapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya di sela-sela peninjauan.
Masyarakat setempat menyambut positif kegiatan survei ini dengan harapan besar akan perubahan nyata. Bapak Amran, Ketua BPD Tanjung Kelit, mengungkapkan bahwa warga sangat mendambakan revitalisasi wilayah mereka menjadi kampung nelayan yang lebih tertata. “Kami siap mendukung penuh program ini. Kehadiran para ahli dan dinas terkait memberikan harapan baru bagi kami para nelayan agar kedepannya fasilitas melaut dan pengolahan hasil tangkapan bisa lebih baik, sehingga kesejahteraan keluarga kami di Tanjung Kelit meningkat,” pungkasnya











