![]()
Oleh : Ryan Noer Sinaga
TERIK cahaya matahari pagi menyengat terus membakar semangat para lelaki tegap yang terlatih tempur di medan peperangan. Matahari baru saja muncul di ufuk timur ketika nyanyian lantang itu membelah kesunyian pagi. Jalan tanah berlumpur kelam di wilayah terisolir mulai dipijak derap kaki ratusan prajurit TNI dari TNI AD. Meski napas tersengal di bulan suci Ramadhan ,namun tak ada satu pun yang mundur.Di antara mereka,terlihat peluh bercucuran mengalir sesekali diseka prajurit TNI.
Meski keluar butiran keringat bercampur dengan debu,namun di balik kerja keras itu ada harapan besar yang tengah diwujudkan Prajurit-prajurit Batalyon Zeni Tempur 1 Dhira Dharma (Yonzipur 1/DD),Zidam I dan Kodim 0213/Nias yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I Bukit Barisan
,untuk harapan masyarakat yang selama ini terkubur.

Tanpa mengenal lelah, mereka bekerja sama bergotong royong dibawah panasnya terik matahari untuk menuntaskan pembuatan Jembatan Bailey Type 2-1 sepa jang 33 meter dengan lebar 3,65 meter, dilengkapi papan lantai,balok pengapit, serta dilakukan pengecatan jembatan Bailey dengan warna merah putih.
Mereka para lelaki berpakaian loreng dari Yonzipur 1/DD dipimpin Danyon Zipur 1/DD Letkol Czi.Andri Prasetyo Wibowo.S.HUB.Int bersama 36 anggotanya
yang diketahui spesialis tempur,ahli ranjau,jihandak ,spesialis Nuklir Bio Kimia (Nubika) dan ahli pembangunan segala bidang berkolaborasi dengan personel Zidam I/BB dan 6 orang pendukung dari Kodim 0213/Nias sengaja hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat berdomisili di wilayah terisolir untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur jembatan membantu pemerintah Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Pengabdian kepada rakyat di tengah bulan puasa justru memberikan nilai spiritual yang ganda bagi prajurit TNI.Keringat yang menetes saat bergotong royong mewujudkan pembangunan jembatan untuk warga masyarakat adalah ladang ibadah bagi para Prajurit TNI AD. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,meski harus menghadapi hujan dan terik matahari serta dahaga di bulan Suci Ramadhan, ternyata tak mampu melunturkan semangat pengabdian para prajurit TNI AD yang tergabung dalam Satgas Gulbencal Kodam I/BB .

Kita ketahui di setiap jengkal tanah ibu pertiwi, ada kisah pengabdian sang prajurit ,di setiap senyum rakyat,ada janji kesetiaan prajurit untuk rakyat.Kami, Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat. Kami bukan hanya penjaga kedaulatan,kami juga selalu ada untuk rakyat.Kami adalah sahabat di saat rakyat sulit, pengayom di kala bencana datang ,membantu mewujudkan pembangunan ,dan saudara dalam perjuangan hidup. Setiap langkah kami adalah bakti untuk negeri.Setiap pengorbanan kami adalah amanah.Karena kami percaya, kekuatan terbesar bangsa ini adalah rakyatnya. TNI adalah rakyat harus peduli dengan rakyat.
Meski dalam suasana Bulan Ramadhan harus meninggalkan keluarga hampir dua bulan lamanya, bukan masalah bagi prajurit TNI AD dari Kodam I/BB untuk mewujudkan pembangunan jembatan yang sangat dinanti-nantikan warga masyarakat,khususnya kalangan pelajar sekolah.Kini kalangan pelajar SD,SMP dan SMU di wilayah Desa Sifalago Gomo dengan Desa Balohili Gomo Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan,mulai mendapat kehidupan baru setelah hadirnya TNI AD meningkatkan konektivitas antara dua desa di wilayah terisolir.Kini masyarakat pun tersenyum bahagia dengan adanya jembatan baru .

TNI AD memperjuangkan kehidupan manusia yang butuh dan sangat butuh bantuan pembangunan jembatan tersebut atas perintah Presiden Republik Indonesia H.Prabowo Subianto yang diteruskan ke Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak.
WKehadiran negara ataupun TNI untuk mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan,sesuai Undang-Undang Nomor. 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1),tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara dan tugas TNI dalam Operasi Militer Perang (OMP) juga melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam keadaan damai, khususnya dalam kontek ini membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pembangunan dan tugas-tugas kemanusiaan, penanggulangan akibat bencana dan untuk kepentingan nasional lainnya.
Melalui tugas Operasi militer Selain Perang (OMSP),TNI AD melalui Kodam I Bukit Barisan mewujudkan pembangunan jembatan penghubung dua desa untuk
membantu konektivitas warga masyarakat demi tercapainya peningkatan ekonomi dan mewujudkan Generasi Emas Indonesia mendatang.Dalam mendukung kelancaran pekerjaan, Satgas Gulbencal Kodam I/BB mengerahkan berbagai materiel dan kendaraan,antara lain dump truck, kendaraan dinas,crane,Yap crane,long cargo, serta material lainnya.

Hadirnya prajurit Kodam I Bukit Barisan di wilayah tersebut sebagai wujud kepedulian TNI mengatasi kesulitan rakyat,khususnya para pelajar yang selalu melawan derasnya arus sungai setiap berangkat ke sekolah.Para pelajar SD,SMP dan SMU selalu dihambat terkendala jika datang banjir mereka tidak bisa ke sekolah.Tatkala cuaca bagus tidak banjir mereka pelajar terpaksa harus menyebrangi derasnya arus sungai untuk menuju ke sekolah.
Mereka para pelajar memohon kepada Bapak Presiden Prabowo sehingga akhirnya jembatan ke sekolah dibangun prajurit Kodam I/BB.
Para siswa/i SMK Negeri 1 Boronadu, Kabupaten Nias Selatan,tersebut sebelum jembatan dibangun harus melawan derasnya arus sungai selebar 80 meter agar bisa sampai ke sekolah. Miris dan entah mau dikatakan apa lagi jika melihat perjuangan para generasi menimba ilmu ke sekolah .Para pelajar jika hendak menyebrang sungai sedalam batas pinggang pelajar selalu berpegangan tangan satu sama lainnya dan tangan satunya menjinjing tas dan sepatu. Mereka tidak peduli lagi melihat dan merasakan seragam sekolah basah akibat menyebrang sungai demi menuju kesuksesan meraih ilmu masa depan.Hal itu selalu dialami jika turun hujan dan para siswa/i terkadang tidak bisa ke sekolah jika arus sungai deras sehingga mereka pelajar sering terlambat ke sekolah dan tiba menjelang siang karena harus menunggu sungai surut. Jika sudah begitu pihak sekolah pun sudah memaklumi jika mereka terlambat atau tidak hadir karena arus deras.
Hadirnya jembatan Bailey Type 2-1 buatan prajurit Yonzipur 1/DD tersebut
mengukir abadi kisah panjang para prajurit TNI AD menyelamatkan generasi emas bangsa Indonesia mendatang.Sekitar 60% siswa SMKN 1 Boronadu yang berada di seberang jembatan selamat masa depannya. Jika sungai meluap, ada sekitar 4 desa yang akan terisolir dan semua aktifitas akhirnya terganggu

Berdasarkan informasi yang tersedia mengenai wilayah Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu,Kabupaten Nias Selatan,mata pencaharian warga setempat berprofesi sebagai petani,dan perkebunan merupakan salah satu penggerak roda perekonomian lokal, selain itu ada juga bekerja sebagai
buruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi geografis dan aksesibilitas, seperti pembangunan jembatan, sangat berpengaruh pada distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga. Selain itu, secara umum di wilayah Nias Selatan, masyarakatnya juga aktif dalam sektor perikanan atau sebagai nelayan.

Sekarang warga masyarakat tersenyum setelah Jembatan Bailey siap dikerjakan dan diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (10/3/2026).
Jembatan yang dibangun prajurit Kodam I/BB sebagai sarana penghubung antara Desa Sifalago Gomo dan Desa Balohili Gomo yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor sehingga sempat menghambat mobilitas masyarakat di wilayah tersebut kini sudah mulai dimanfaatkan warga masyarakat

Kasad menyampaikan bahwa pembangunan jembatan yang dilaksanakan TNI terus berjalan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah terdampak bencana. Hingga saat ini, ratusan jembatan telah berhasil diselesaikan dan masih banyak yang dalam proses pembangunan.
“Sudah jadi 220 sebetulnya per hari ini, sudah jadi di seluruh Indonesia. Di wilayah bencana 145 jembatan sudah jadi. Kalau akan dibangun, sekarang yang berproses ada 1.076 jembatan, jadi setiap hari ada saja yang jadi, jembatan ini,” ungkap Kasad.

Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian warga di wilayah tersebut.
Pembangunan jembatan yang dilaksanakan secara intensif oleh personel TNI dari Zidam I/Bukit Barisan dan Yonzipur 1/DD dengan dukungan Kodim 0213/Nias, serta melibatkan berbagai material dan kendaraan konstruksi guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan TNI AD atas upaya pemulihan infrastruktur yang dilakukan, khususnya pembangunan jembatan yang sangat membantu akses perekonomian masyarakat serta mobilitas pelajar menuju sekolah. Dengan selesainya jembatan tersebut, konektivitas antarwilayah di Kecamatan Boronadu diharapkan semakin baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)











