![]()
OKEBUNG|
Pekerjaan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0502/JU jajaran Korem 052/Wkr hingga saat ini mengalami peningkatan positif.Hari ini Minggu 19 April 2026 pukul 08.00 Wib progres pembangunan jembatan di Kali Sentiong tersebut mencapai 73%.

Pembangunan jembatan memiliki panjang
22 meter,dan lebar 1,2 meter tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang dilaksanakan oleh TNI AD bersama masyarakat setempat secara gotong royong di Kali Sentiong, persisnya di sisi timur Jalan Pesanggrahan Rw 001 Kel. Sunter Agung Kec.Tanjung Priok dan sisi barat RW 012 Kel. Pademangan Timur Kec Pademangan Kota Adm Jakarta Utara diperuntukan bagi 570 kepala keluarga(KK).
Pantauan terlihat kebersamaan serta semangat kerja tanpa kenal lelah menjadi kunci utama percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Dalam kurun waktu hampir dua pekan tukang bersama prajurit TNI,dan warga melanjutkan pembuatan pondasi dan pembuatan rangka jembatan.Kegiatan mendukung program Presiden Prabowo tersebut melibatkan 11 orang terdiri dari 5 prajurit TNI,2 orang dari Pemdes,dan 4 orang warga.

Pembangunan ini tidak hanya sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menjadi bukti kuat sinergi antara TNI dan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi faktor utama sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan maksimal
“Kami ingin memastikan bahwa negara, melalui prajurit TNI, hadir untuk menjaga ketahanan nasional sekaligus mempererat kemanunggalan dengan rakyat.Pembangunan jembatan Garuda dilaksanakan atas perintah Presiden untuk membantu warga masyarakat,”sebut Dandim 0502/JU Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P,melalui Pasiter Kodim 0502/JU.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membuka akses jalan penghubung baru dua Kelurahan yakni, Kel. Sunter Agung Kec.Tanjung Priok dan RW 012 Kel. Pademangan Timur Kec Pademangan .
“Pembangunan jembatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan di daerah, seperti menghubungkan akses warga dua Kelurahan,”tegasnya .
Jembatan beton sepanjang 22 meter,dan lebar 1,2 meter berdiri di atas aliran Kali Sentiong yang selama ini menjadi batas fisik dua wilayah. Sebelumnya, warga harus melewati jalur sempit dengan kondisi terbatas. Tidak semua kendaraan bisa melintas. Aktivitas harian pun sering terhambat.
Kini, struktur utama jembatan seluruhnya hampir rampung.Warga mulai merasakan perubahan, bahkan sebelum jembatan sepenuhnya selesai. Mereka melihat langsung bagaimana pembangunan berjalan dari hari ke hari. Aktivitas personel TNI yang turun tangan di lapangan menjadi perhatian tersendiri.
“Sekarang sudah kelihatan bentuknya. Dulu susah lewat sini, apalagi kalau bawa barang,” ujar Andi salah satu warga .
Dengan rampungnya jembatan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal untuk menunjang berbagai aktivitas, baik mobilitas sehari-hari maupun pengembangan ekonomi lokal.(Red)











