![]()
OKEBUNG|
Dari hamparan tanah dan kayu usang yang sebelumnya hanya menjadi jalur terbatas, kini mulai tampak fondasi kuat yang perlahan membentuk penghubung baru. Pembangunan Jembatan Garuda menjadi bagian dari program andalan Presiden Prabowo.Sebuah langkah nyata yang melampaui target, sekaligus menjawab kebutuhan warga akan akses yang lebih layak.
Di lokasi pembangunan, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti. Personel TNI bersama warga (Tukang) terus bergotong royong, menyusun demi menyusun material sehingga hampir tuntas pekerjaannya.
Jembatan Garuda dirancang sebagai penghubung dua kelurahan yang berada di dua kecamatan berbeda,yakni di Kali Sentiong,persisnya di sisi timur Jl. Pesanggrahan Rw 001 Kel. Sunter Agung Kec.Tanjung Priok dan sisi barat RW 012 Kel. Pademangan Timur Kec Pademangan Kota Adm Jakarta Utara.
Selama ini, keterbatasan akses membuat mobilitas warga kurang optimal, bahkan sering kali menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Kini, dengan hampir tuntasnya pembangunan jembatan, harapan itu mulai menemukan bentuknya.
Senin 27 April 2026,pukul 08.00 Wib ,pembangunan jembatan penghubung yang akam dimanfaatkan 570 kepala keluarga (KK) tersebut memiliki Panjang 22 meter,dan lebar 1,2 meter tersebut hasilnya telah mencapai 99%.
‎
Dandim 0502/JU Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P,melalui Pasiter mengatakan bahwa Jembatan Garuda terbuat dari beton sebagai penghubung RW 001 Kel Sunter Agung Kec Tanjung Priok dan RW 012 Kel Pademangan Timur Kec. Pademangan Kota Adm Jakarta Utara.
Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran jembatan ini akan membawa perubahan signifikan bagi warga di kedua wilayah. Tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Di tengah proses pembangunan, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai usia ikut terlibat, menyatu dalam semangat gotong royong bersama prajurit TNI. Mereka tidak sekadar membantu pekerjaan, tetapi juga menanam harapan pada setiap bagian jembatan yang dibangun.
Jembatan Garuda hampir rampung, namun maknanya sudah terasa sejak sekarang. Ia bukan hanya penghubung fisik antara dua wilayah, melainkan juga pengikat harapan, kerja sama, dan masa depan yang lebih terbuka bagi masyarakat. Dari pembangunan jembatan ini, lahir bukan hanya pembangunan, tetapi juga kepercayaan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebersamaan.(Red)
‎
‎










