![]()
Denpasar – Kodam IX/Udayana kembali menunjukkan peran strategisnya dalam sistem pertahanan nasional dengan menjadi lokasi pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontingensi (Rentikon) Kotamaops TNI “Waskita Dharma” bagi Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026, yang digelar di Ruang Rapat Utama Syafiudin Makodam IX/Udayana, Senin (27/4/2026).
Digelar secara hibrida kegiatan ini diterima langsung oleh Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda. Sementara itu, delegasi Sesko TNI dipimpin oleh Kolonel Inf Marwan Supriyanto sebagai Ketua Tim. Forum tersebut menjadi instrumen krusial bagi calon pemimpin TNI untuk memperkuat kapasitas konseptual dan kesiapan operasional dalam menghadapi dinamika tantangan pertahanan yang kian berkembang.
Dalam sambutan tertulis Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kapok Sahli Pangdam, ditegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian penting dalam membentuk perwira yang profesional, adaptif, dan memiliki pola pikir strategis.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk perwira yang profesional dan memiliki pola pikir strategis dalam menghadapi tantangan masa depan. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa adalah kunci keberhasilan menghadapi setiap krisis,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menyoroti karakteristik wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali, NTB, dan NTT sebagai kawasan strategis nasional. Selain menjadi destinasi wisata dunia dengan intensitas kunjungan VVIP yang tinggi, wilayah ini juga memiliki tantangan geografis berupa ancaman bencana alam seperti erupsi gunung berapi, gempa bumi, hingga pengamanan wilayah perbatasan.
Sementara itu, dalam amanatnya Dansesko TNI yang diwakili Koordinator Dosen Sesko TNI Brigjen TNI I Made Sudiana, S.I.P., M.Han., menyampaikan apresiasi atas dukungan Kodam IX/Udayana dalam pelaksanaan latihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menghasilkan dokumen Rentinkon yang realistis, tajam, dan implementatif.
“Saya berharap para perwira siswa aktif berinteraksi dan menyampaikan gagasan. Hasil kegiatan ini akan menjadi modal berharga dalam menyusun dokumen strategis pertahanan nasional di masa depan,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan paparan dari Asintel dan Asops Kasdam IX/Udayana mengenai kondisi aktual wilayah teritorial. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai instansi terkait guna menyatukan persepsi dan sinkronisasi data, di antaranya Polda Bali, BPBD, BMKG, PVMBG, Kantor SAR Bali, serta unsur pengelola perbatasan dari Provinsi NTT.
Melalui kolaborasi lintas sektoral tersebut, diharapkan para Pasis Sesko TNI mampu menyusun rencana kontingensi yang komprehensif, terukur, dan siap diterapkan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi krisis nasional.
Kegiatan diakhiri dengan pnyerahan cenderamata sebagai simbol eratnya sinergi antarlembaga dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hadir secara Luring para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, LO AL, LO AU, Karo Ops Polda Bali, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, perwakilan BMKG, Kesbangpol Provinsi Bali, Kakansar Bali, Kepala Balai PVMBG, serta Kepala BPPD NTT. Sementara secara daring hadir Pejabat Utama Sesko TNI, para perwira pembimbing dan pendamping, serta seluruh Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026. (Pendam IX/Udy)
#KodamUdayana #SeskoTNI #WaskitaDharma #PertahananNegara #SinergiNasional












