![]()
TIGARAKSA|
Dalam rangka rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia,sekaligus mencegah abrasi, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon. Area pesisir Jakarta dan di wilayah Kodim 0510/Tigaraksa .

PD, PC, PAC Magabudhi Banten melaksanakan penanaman mangrove di Ketapang Urban Aqua Culture Kp. Pelelanga Ds. Ketapang Kec. Mauk Kab. Tangerang.Kamis 14 Mei 2026.
Penanaman tanaman penyelamat bumi ini di laksanakan di Wilayah Koramil 09/Mauk dengan tema :Wujud Bakti Umat Buddha Dalam Melindungi Ekosistem Dari Abrasi Sebagai Wujud Kegiatan Ekoteologi Dalam Mengisi Bulan Vesakha Tahun Budhis 2570,diikuti ± 100 orang selaku penanggungjawab,Raya Taram (Romo).

Hadir dalam kegiatan Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si,
Drs. Supriyadi, M.Pd (Dirjen Bimas Buddha Kanwil Kemenag RI),Sujiyanto, S. Ag., M.M. (Pembimas Budha Kemenag Banten), Ujat Sudrajat, S.SOC., M.T. (Kadis DLHK) Pdt. Dharmanadi Chandra, S.E. (Ketua Umum Majelis Agama Budha Theravada Indonesia), Romo Iwan Kurnia (Ketua Permabudhi Banten), Ujang Sudiartono (Kadis Pertanian),Angga Yulyantono, S.IP, M.SI (Camat Mauk),
Letkol. Lek. Aris Budi Wicaksono (Dansat Radar 401 Tanjung Kait),AKP I Nyoman Nariana., S.M., S.PD,Sdr. Raya Taram (Romo),dan peserta kegiatan penanaman mangrove.
Dalam sambutannya Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si menyampaikam
marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita dapat hadir bersama dalam kegiatan Penanaman Mangrove dalam rangka memperingati Trisuci Waisak 2570 Tahun Buddhis Tahun 2026.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar MAGABUDHI se-Provinsi Banten yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat baik ini. Kegiatan hari ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, terhadap masa depan, dan terhadap kehidupan bersama,”sebutnya
Momentum Waisak mengajarkan kita tentang kebajikan, tentang cinta kasih, tentang hidup yang harmonis dengan sesama dan juga dengan alam. Dan hari ini, nilai-nilai itu diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan pesisir kita.” Mangrove ini mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya luar biasa. Tanaman mangrove ini menjaga pantai dari abrasi, menjadi pelindung ekosistem laut, membantu menjaga kualitas lingkungan,”jelasnya.

Oleh karena itu, kegiatan ini sangat sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kami ingin pembangunan di Kabupaten Tangerang terus berjalan, ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera, tetapi lingkungan tetap terjaga. Karena pembangunan yang baik bukan hanya yang dirasakan hari ini, tetapi juga yang tetap memberi manfaat di masa depan.
Kabupaten Tangerang adalah rumah kita bersama. Rumah yang kita tinggali bersama, yang kita nikmati hasil pembangunannya bersama, dan tentu harus kita jaga bersama-sama juga.
“Kalau rumah kita bersih, hijau, dan nyaman, maka yang merasakan manfaatnya adalah kita semua. Tapi kalau lingkungan kita rusak, pesisir kita abrasi, sampah dan pencemaran dibiarkan, maka dampaknya juga akan dirasakan bersama. Oleh karena itu, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Harus ada kolaborasi, harus ada kepedulian bersama, dan harus ada tujuan yang sama,”ungkapnya.
Saya bersyukur, hari ini kita melihat semangat itu hadir di sini. Ada pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, relawan, dan masyarakat yang hadir bersama dengan niat yang sama, yaitu menjaga Kabupaten Tangerang agar tetap hijau, lestari, dan nyaman untuk generasi mendatang.Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita rawat. Karena kalau seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, saya yakin persoalan lingkungan sebesar apa pun bisa kita hadapi bersama.
“Saya juga mengapresiasi MAGABUDHI yang telah menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah spiritual, tetapi juga dalam aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama,”tegasnya.
Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama. Mari kita tanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Karena sesungguhnya yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon mangrove, tetapi juga harapan, kepedulian, dan masa depan Kabupaten Tangerang yang lebih baik.
” Saya mengucapkan selamat memperingati Trisuci Waisak 2570 TB Tahun 2026 kepada umat Buddha yang merayakan. Semoga kedamaian, kebijaksanaan, dan semangat kebajikan selalu menyertai langkah kita semua dalam membangun masyarakat yang harmonis dan lingkungan yang lestari,”tandasnya.(red)












