![]()
OKEBUNG|
Letda Inf Roosevelt Purba mencatat sejarah sebagai prajurit Indonesia pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan di United States Military Academy (USMA) West Point, Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, ia juga sukses meraihnya dengan predikat Cum Laude.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Senin (25/5/2026), Purba menyelesaikan pendidikan USMA West Point dalam waktu empat tahun dan meraih gelar Bachelor of Science in Security Studies.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas akademik, kepemimpinan, disiplin, dan karakter unggul prajurit TNI AD yang mampu bersaing di level internasional. Capaian ini juga menjadi tonggak penting dalam kerja sama pendidikan militer antara Indonesia dan Amerika Serikat sekaligus kebanggaan tersendiri bagi TNI dan bangsa Indonesia.
Wisuda tahun ini melantik 998 taruna, termasuk 16 taruna internasional dari negara-negara sahabat. Upacara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat, di antaranya Secretary of Defense Pete Hegseth, Secretary of the Army Daniel Driscoll, serta Superintendent USMA Letjen Steven W. Gilland. Pemerintah Indonesia juga hadir memberikan dukungan melalui Konsul Jenderal RI di New York Winanto Adi dan Atase Darat RI di Washington DC Kolonel Arm Tri Arto Subagio.
Dalam sambutannya, Pete Hegseth menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan kesiapan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Sementara itu, Letjen Steven W. Gilland menegaskan bahwa West Point bukan sekadar lembaga pendidikan militer, melainkan tempat lahirnya para pemimpin berintegritas dan berkarakter kuat.
Keberhasilan Letda Inf Roosevelt Purba menjadi simbol kemampuan putra bangsa untuk bersaing dan tampil unggul di panggung global, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan menembus batas.
Untuk diketahui, USMA West Point adalah akademi militer tertua dan paling prestisius di Amerika Serikat. Berlokasi di New York, institusi federal ini mendidik, melatih, dan mempersiapkan taruna (kadet) selama 47 bulan.
indonesiadefense












