![]()
KEPRI|
Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigjen TNI Bambang Herqutanto menyambut sekaligus mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon beserta rombongan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (26/5/2026).
Penyambutan dilakukan di ruang VVIP Bandara Internasional Hang Nadim. Kunjungan ini untuk meninjau langsung hasil penindakan terhadap dugaan penyelundupan mineral kandungan logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal, yang sebelumnya diamankan oleh jajaran TNI Angkatan Laut (AL).
Dalam keterangannya lewat Penerangan Resor Militer (PenRem) 033/WP, Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan, tujuannya ialah untuk melihat secara pasti kapal yang diduga membawa muatan mineral ilegal melalui jalur laut.
“TNI melalui TNI AL akan terus melakukan upaya tegas terhadap berbagai bentuk penyelundupan lewat jalur laut, khususnya terkait sumber daya alam strategis yang menjadi perhatian pemerintah,” ucap Kasum Letjen TNI Richard.
Sementara, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) Republik Indonesia, Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr Denih Hendrata menjelaskan bahwa, penindakan bermula dari operasi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kujang pada tanggal 17 Mei 2026 yang kemudian dilanjutkan proses penyelidikan oleh jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV.
Hasilnya, ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran administrasi maupun hukum terkait pengangkutan barang berbahaya dan dokumen pelayaran.
Di lokasi yang sama, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Dr Febrie Ardiansyah menuturkan, pihak kejaksaan akan mendalami dokumen maupun barang bukti yang telah diamankan guna menentukan langkah hukum lanjutan secara komprehensif.
Danrem 033/WP, Brigjen TNI Bambang Herqutanto menyampaikan, Komando Resor Militer (Korem) 033/WP siap mendukung penuh sinergitas antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara.
“(Korem 033/WP, red) kami siap dukung sinergitas demi keamanan wilayah, apapun itu yang dapat merugikan negara,” katanya.(koranbatam)












