![]()
Okebung
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Surabaya). Aster Danpasmar 2 Kolonel Marinir Joko Fitrianto bersama Asops Danpasmar 2 Kolonel Marinir Supriyono menghadiri Training of Trainers (ToT) Edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah untuk Pasukan Marinir Penugasan Pulau Terluar, di Batalyon Arhanud 2 Marinir, Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya, Kamis (04/06).

Dalam sambutan tertulis Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto yang dibacakan oleh Aster Danpasmar 2 Kolonel Marinir Joko Fitrianto, disampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan pembekalan yang diberikan kepada prajurit Korps Marinir. Komandan Pasmar 2 menegaskan bahwa Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, melainkan simbol identitas bangsa, lambang kedaulatan negara, dan kehormatan Indonesia yang harus dijaga oleh seluruh warga negara. Oleh karena itu, menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan bangsa.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa prajurit Marinir yang bertugas di pulau-pulau terluar memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga sebagai pelopor edukasi masyarakat mengenai penggunaan Rupiah, pengenalan ciri keaslian uang, serta kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Kehadiran negara melalui program Gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah maupun Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi bukti nyata komitmen menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok Nusantara.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto menyampaikan bahwa kegiatan ToT ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan dua institusi negara yang sama-sama mengemban amanah menjaga kedaulatan bangsa. “Marinir menjaga kedaulatan wilayah dan teritorial negara, sedangkan Bank Indonesia menjaga kedaulatan Rupiah. Karena itu, Rupiah yang berdaulat merupakan cerminan negara yang berdaulat,” tegasnya.












