![]()
Pakpak Bharat – Warga Desa Tanjung Mulia bersama Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi, Serda Partogian Gultom, menggelar doa bersama dan makan siang bersama sebagai bentuk rasa syukur serta dukungan terhadap dimulainya rencana renovasi Jembatan Gantung Nanjombal yang menghubungkan wilayah menuju Lae Baning. Kegiatan berlangsung di warung yang berada di sekitar lokasi jembatan, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (3/6/2026).
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Tanjung Mulia, Sekretaris Desa Munar Manik, Babinsa, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini menjadi pengguna utama jembatan gantung perintis tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan yang diprakarsai oleh Pos Manik di Dusun Lae Ikan itu juga menjadi wadah komunikasi antara masyarakat dan aparat terkait rencana pelaksanaan renovasi jembatan yang sangat dinantikan warga.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Tanjung Mulia, Munar Manik, menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat. Menurutnya, keberadaan Jembatan Gantung Nanjombal memiliki peran penting sebagai akses penghubung bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga perbaikannya akan memberikan dampak positif bagi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf A. Siregar melalui Babinsa Serda Partogian Gultom mengajak seluruh warga untuk mendukung dan berpartisipasi dalam semangat gotong royong selama proses renovasi berlangsung. Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. “Kami berharap seluruh warga dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan renovasi ini sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Inilah wujud semangat kebersamaan dan kepedulian untuk kemajuan desa,” ujarnya.
Renovasi Jembatan Gantung Nanjombal yang mengusung semangat “Negara Hadir Untuk Rakyat” itu direncanakan mencakup penggantian lantai jembatan dari bahan kayu menjadi plat besi yang lebih kokoh, perbaikan pegangan atau pelindung di sisi kanan dan kiri jembatan, serta pengecatan ulang seluruh bagian jembatan. Dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 1,20 meter, jembatan tersebut diharapkan nantinya menjadi sarana penyeberangan yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat Desa Tanjung Mulia menuju Lae Baning dan sekitarnya. (Prajurit Pena)












