![]()
DAIRI – Penantian panjang warga Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, akhirnya berbuah manis. Setelah menunggu selama 24 tahun, masyarakat kini memiliki Jembatan Aramco yang menghubungkan Dusun II dengan Dusun III dan IV. Sebagai ungkapan rasa syukur, warga bersama personel TNI menggelar doa dan makan siang bersama di lokasi jembatan, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dusun II Jimmy Rumahsigap dan tokoh masyarakat Lopes Rumahsigap. Hadir dalam kesempatan itu Danramil 01/Sumbul Kapten Inf M.D. Lumbantoruan, Babinsa, personel Kodim 0206/Dairi, tokoh perempuan Arina Rumahsigap, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat. Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi simbol terwujudnya harapan masyarakat akan akses transportasi yang lebih baik.
Jembatan Aramco yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter tersebut telah selesai dibangun 100 persen oleh TNI. Keberadaan jembatan ini menjadi akses strategis yang mempermudah mobilitas warga antar dusun, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat Lopes Rumahsigap mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terealisasinya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga. Menurutnya, sejak tahun 2002 masyarakat berharap adanya jembatan permanen yang dapat menghubungkan antar dusun.
“Selama 24 tahun kami hanya bisa berharap. Hari ini doa masyarakat akhirnya terkabul. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang melalui TNI telah membantu membangun jembatan ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto, S.E., M.I.P., melalui Danramil 01/Sumbul Kapten Inf M.D. Lumbantoruan menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat.
Kepala Dusun II Jimmy Rumahsigap juga menyampaikan apresiasi kepada TNI atas dedikasi dan kerja keras dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut. Ia berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan dengan memperkeras atau mengaspal jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer menuju jembatan agar konektivitas wilayah semakin baik dan mampu mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Desa Pangguruan.
“Negara hadir untuk rakyat. Semoga jembatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi sarana yang memperkuat kesejahteraan warga,” kata Danramil. (Prajurit Pena)











