![]()
Medan, 5 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sentra Bahagia Medan yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan pekerjaan sosial secara langsung dalam praktik pelayanan sosial kepada penerima manfaat.
Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap seorang remaja penerima manfaat yang sedang menjalani proses rehabilitasi sosial di Sentra Bahagia Medan. Pendampingan dilakukan dengan menerapkan pendekatan trauma-informed practice, yaitu pendekatan yang berfokus pada penciptaan rasa aman, penghormatan terhadap pengalaman individu, serta penguatan potensi yang dimiliki klien tanpa mengharuskannya mengingat kembali pengalaman traumatis di masa lalu.
Pendekatan tersebut dipilih karena penerima manfaat telah menjalani proses rehabilitasi sosial selama sekitar 4 tahun dan menunjukkan perkembangan kondisi psikososial yang lebih stabil. Oleh karena itu, fokus pendampingan diarahkan pada penguatan keberfungsian sosial, peningkatan rasa percaya diri, serta pengembangan minat dan keterampilan yang dimiliki.
Berbagai kegiatan pendampingan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan penerima manfaat. Kegiatan tersebut meliputi komunikasi suportif melalui active listening, pemberian motivasi dan dukungan emosional, serta pengembangan potensi diri melalui aktivitas yang sesuai dengan minat penerima manfaat.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan dalam bidang seni dan kreativitas. Penerima manfaat diberikan ruang untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan bernyanyi dan latihan penampilan dalam rangka peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan di lingkungan Sentra Bahagia Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mengembangkan kemampuan interpersonal melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendampingan dalam pengembangan keterampilan desain menggunakan aplikasi Canva. Melalui kegiatan tersebut, penerima manfaat diperkenalkan pada dasar-dasar desain grafis sederhana yang dapat menjadi sarana kreativitas sekaligus menambah keterampilan yang bermanfaat untuk pengembangan diri di masa depan.
Pengembangan keterampilan juga dilakukan melalui kegiatan yang berkaitan dengan bidang barista, sesuai dengan minat yang dimiliki penerima manfaat. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk mengeksplorasi kemampuan dan ketertarikannya pada bidang keterampilan kerja yang berpotensi mendukung kemandirian di masa mendatang.
Hasil pendampingan menunjukkan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat. Selama proses intervensi berlangsung, penerima manfaat terlihat lebih nyaman dalam berinteraksi, lebih terbuka dalam berkomunikasi, serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri ketika membahas maupun menampilkan kemampuan yang dimilikinya. Antusiasme dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan juga menjadi indikator positif dalam proses penguatan keberfungsian sosial yang dilakukan.
Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan perkembangan yang ditunjukkan selama proses pendampingan, mahasiswa praktikan juga memberikan hadiah sederhana kepada penerima manfaat pada akhir kegiatan PKL. Pemberian hadiah tersebut menjadi simbol dukungan positif sekaligus penanda berakhirnya proses pendampingan yang telah dilaksanakan selama kegiatan praktik berlangsung.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis trauma tidak selalu harus berfokus pada penggalian pengalaman traumatis yang pernah dialami seseorang. Sebaliknya, penciptaan lingkungan yang aman, hubungan yang suportif, serta pengembangan potensi individu dapat menjadi langkah penting dalam mendukung proses pemulihan dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat.
Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan metode social case work secara langsung, sekaligus memahami pentingnya etika profesi, penghormatan terhadap hak klien, serta penerapan pendekatan yang berorientasi pada keamanan dan kenyamanan penerima manfaat dalam praktik pekerjaan sosial.
Sementara itu, Sentra Bahagia Medan terus berkomitmen memberikan pelayanan rehabilitasi sosial yang komprehensif melalui berbagai program pembinaan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu penerima manfaat mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga rehabilitasi sosial, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang memperoleh pengalaman praktik yang bermakna sekaligus berkontribusi dalam mendukung penguatan keberfungsian sosial dan pengembangan potensi penerima manfaat di lingkungan Sentra Bahagia Medan.
Penulis :Imelda Anastasia Sihombing
Fakultas Fisipol.USU
Nim 230902061










