![]()
Jakarta|
Komandan Kodiklatad Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Strategis TNI AL yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla, bertempat di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Gerilya Modern Sebagai Metode Efektif Perang Berlarut Dalam Kerangka Strategi Pertahanan Defensif Aktif” ini diikuti oleh 286 peserta secara tatap muka maupun daring. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasal beserta Pejabat Utama Mabesal, Pangkostrad, Asops Koopshanudas, Koorsahli Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Koorsahli Kasad, Pangkoopsud TNI AU, Koorsahli Kasau, Dirdok dan Dirlat Kodiklatad, Kadepstra Sesko TNI serta pejabat terkait dari Kemenko Polkam, Lemhanas dan Bakamla.
Dalam paparannya, Dankodiklatad menekankan pentingnya operasi perlawanan wilayah darat sebagai bagian dari strategi perang berlarut yang berlandaskan Sishankamrata. Beliau menjelaskan bahwa perang gerilya modern tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga memadukan pembinaan teritorial, pemanfaatan teknologi, penguasaan ruang informasi serta pelibatan seluruh komponen bangsa. Beliau juga menegaskan perlunya perubahan pola pikir prajurit untuk mampu menghadapi peperangan asimetris melalui mobilitas tinggi, penguasaan medan, operasi satuan kecil dan sinergi antara kekuatan tempur dengan kekuatan kewilayahan dalam menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang.
Kehadiran Dankodiklatad dalam forum strategis ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar matra dalam merumuskan konsep pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis, sekaligus memperkaya pemahaman para peserta mengenai implementasi gerilya modern sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional yang efektif dan berkelanjutan.
(Penerangan Kodiklatad)









